Oleh-Oleh Khas Daerah, Obat Kangen Kampung Halaman

Tak hanya membangkitkan kenangan akan kampung halaman, beberapa oleh-oleh khas daerah juga memiliki nilai historis hingga menjadi ikon bagi kota tertentu.
Image title
Diproduksi oleh Tim Publikasi Katadata
26 Mei 2020, 17:51
Lumpia Semarang
123RF.com

Lebaran kali ini sebagian besar masyarakat kota mesti melupakan keinginan untuk pulang kampung. Pandemi virus corona (Covid-19) mengharuskan para pemudik menahan diri pergi menengok kampung halaman. Namun, rasa rindu terhadap tanah kelahiran sering kali tidak tertahankan.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk bernostalgia, salah satunya dengan menikmati kudapan oleh-oleh khas daerah. Oleh-oleh daerah juga menjadi bagian penting dalam industri pariwisata di Indonesia. Sebelum lesunya sektor ini akibat Covid-19 tercatat bahwa peringkat indeks daya saing pariwisata Indonesia di dunia naik menjadi peringkat ke-40 pada tahun 2019 dari peringkat 42 pada 2017.

(Baca juga: Nostalgia Surga Wisata Belanja di Kampung Halaman)

Oleh-oleh menjadi salah satu daya tarik yang perlu dikembangkan untuk menggenjot ekonomi UMKM daerah. Penelitian Williams Boyne dan Hall juga menunjukkan bahwa wisatawan menghabiskan hampir 40 persen dari anggaran mereka pada makanan saat bepergian.

Tak hanya lezat, beberapa buah tangan khas daerah juga memiliki nilai sejarah. Tak jarang berbagai oleh-oleh ini telah ada sejak puluhan tahun dan menjadi ciri khas kota tertentu. Beberapa oleh-oleh khas daerah berikut ini dapat menjadi pilihan untuk mengobati kangen kampung halaman tahun ini.

1. Lumpia Semarang

Kudapan satu ini terbilang cukup umum bagi masyarakat Indonesia. Bentuknya memanjang terbalut kulit dengan berbagai isian menjadikan lumpia menjadi salah satu jajanan pasar yang mudah ditemui. Namun jika anda melakukan perjalanan mudik melalui jalur utara Jawa, lumpia Semarang dapat menjadi salah satu buah tangan andalan. Lumpia Semarang atau loenpia Semarang merupakan kuliner khas yang biasa berisikan rebung, telur, daging ayam, atau udang. Mengutip CNN Indonesia, menurut sejarahnya jajanan ini merupakan buah akulturasi budaya Tionghoa Semarang dan Jawa. Lumpia ini bahkan telah ada pertama kali sejak abad ke-19. Keistimewaan lumpia ini ada pada cita-rasanya yang sangat menonjolkan khas kuliner Semarang, yakni manis dan asin.

2. Bakpia Pathok

Bagi pemudik yang melewati jalur selatan, pasti tidak asing dengan kota Gudeg, Yogyakarta. Kota budaya ini memiliki segudang kuliner khas yang siap memanjakan lidah. Salah satu yang wajib dibawa pulang sebagai oleh-oleh adalah bakpia Pathok. Tak kalah dengan Lumpia Semarang, kudapan ini juga memiliki nilai historis tersendiri. Mengutip Bakpia25.com, bakpia juga merupakan kuliner khas Tionghoa yang bernama asli Tou Luk Pia, yang berarti kue pia (kue) kacang hijau. Adapun bakpia mulai diproduksi di kampung Pathok, Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948.

(Baca juga: Hal yang Perlu Anda Tahu Seputar Gizi Saat Puasa)

3. Bika Ambon Khas Medan

Beralih ke jalur Sumatera, tak afdol rasanya jika mudik dan tak mencoba kudapan khas Medan, yakni Bika Ambon. Bika Ambon adalah kue pipih berwarna kuning, yang permukaannya seperti pori-pori kulit manusia dengan tekstur berongga di tengahnya. Saat dimakan, citarasa legit bercampur dengan sensasi kenyal di lidah dibalut dengan aroma harum pandan menyengat. Dikutip dari Dinas Pariwisata Medan, namanya Bika Ambon karena tempat pertama kali dijual dan popularnya Bika Ambon adalah di simpang Jl. Ambon Sei Kera, Medan. Kue satu ini menjadi oleh-oleh yang wajib dibeli ketika menyambangi Medan.

4. Sambel Pecel Madiun

Jika Anda mampir di Madiun, Jawa Timur, sambel pecel Madiun bisa menjadi salah satu pilihan. Pecel sendiri merupakan kudapan khas Jawa Timur berisi rebusan sayuran yang diguyur kuah kacang dan disajikan bersama nasi dan tempe goreng. Sambel pecel cocok dijadikan oleh-oleh karena tahan lama. Selain itu, pecel juga memiliki nilai historis tersendiri. Melansir Kompas.com, menurut ahli gastronomi di Universitas Gadjah Mada, Murdijati Gardjito, asal usul nama pecel tidak lepas dari sejarah Babad Tanah Jawi. Pada Babat Tanah Jawi, dikisahkan saat tengah hari Sunan Kalijaga bertemu dengan Ki Gede Pemanahan di pinggir sungai. Lalu Ki Gede Pemanahan menghidangkan sepiring sayuran sambel pecel, nasi, serta lauk pauk lainnya.

5. Sirup Buah Markisa khas Sulawesi

Sulawesi merupakan pulau yang terkenal sebagai salah satu penghasil Markisa. Melimpahnya buah Markisa kemudian menjadi peluang bisnis oleh-oleh khas Sulawesi yakni sirup Markisa. Buah markisa bahkan telah diolah menjadi sirup sejak zaman penjajahan Belanda. Mengutip Kumparan.com, daerah yang terkenal dengan tanaman markisanya ialah Sulawesi Selatan, tepatnya di Kelurahan Malino, Kabupaten Gowa. Jika Anda memutuskan mudik ke Makassar dan sekitarnya, tentu minuman ini menjadi buah tangan wajib yang harus dibeli.

Penulis: Tim Publikasi Katadata

Video Pilihan

Artikel Terkait