Gandeng Bali United, OVO Digitalisasikan Sektor Olahraga Nasional

OVO siap memfasilitasi pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital serta inklusi keuangan di sektor olahraga.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
16 Maret 2020, 14:33
OVO Bali United
dok. OVO

Bali United dipilih PT Visionet Internasional (OVO) untuk menjadi mitra kolaborasi dalam upaya memajukan digitalisasi sektor olahraga nasional. OVO sebagai platform pembayaran, rewards, dan layanan keuangan terbesar di Indonesia berharap para Semeton Dewata dapat menikmati pembayaran dan layanan keuangan yang aman dan nyaman.

Bali United Football Club adalah klub professional Indonesia yang bermarkas di Gianyar Bali. Pada awal berdiri pada 1989 masih menyandang nama Putra Samarinda. Kemudian mereka pindah ke Bali dan mengubah namanya menjadi Bali United Pusam pada 2014.

CEO Bali United FC Yabes Tanuri mengatakan, sejak 2001 sampai dengan 2006, pihaknya bermain di divisi pertama sebelum promosi ke Liga Super Indonesia. “Saat ini, kami bermain di QNB Indonesia Super League,” katanya.

Yabes juga mengutarakan apresiasi kepada OVO karena mendukung Serdadu Tridatu hingga sukses di Liga 1 2020. Dia juga mengimbuhkan, pihaknya memang membutuhkan dukungan dari perusahaan teknologi finansial terpercaya untuk bekerja sama guna mempersembahkan benefit menarik kepada para supporter.

“Kerja sama ini bisa terlaksana berkat visi kami untuk bersinergi kuat, yang mana kami sama-sama ingin selalu memberikan inovasi baru di sektor olahraga,” ucapnya.

Peresmian kemitraan antara OVO dengan Bali United FC dilakukan oleh Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra dengan Yabes Tanuri. Seremoni ini menandai kali pertama OVO yang notabene unicorn ke-5 di Indonesia secara resmi bekerja sama dengan klub sepak bola nasional.

“OVO siap memfasilitasi modernisasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital serta inklusi keuangan. Kerja sama ini menegaskan, teknologi pembayaran digital bisa berintagrasi dengan berbagai sektor industri,” tutur Karaniya.

Dia juga menjelaskan, OVO terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis dari berbagai lini industri, seperti transportasi, perbankan, hingga e-commerce. Strategi ini menjadi salah satu faktor pendukung pesatnya perkembangan pengguna OVO di Indonesia.

“Sinergi yang dibangun OVO merupakan bentuk inisiasi untuk mengakselerasi inklusi keuangan nasional dan kemajuan bangsa,” imbuh Karaniya.

Dompet digital OVO sekarang hadir di 115 juta perangkat. Selain untuk alat pembayaran juga bisa digunakan untuk transfer, top up, tarik dana, serta manajemen aset dan investasi. Tak hanya itu, sebanyak 373 kota di Indonesia kini telah menerima eksistensi OVO.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait