Gunakan Pinjaman Dana Online dengan Bijak

Pinjaman online membawa banyak manfaat jika digunakan nasabah secara tepat.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
28 Juni 2019, 19:47
fintech
Katadata

Kehadiran penyedia financial technology atau fintech pinjaman tunai menjadi alternatif, bagi mereka yang selama ini kesulitan mengakses kredit dari lembaga keuangan konvensional. Namun pinjaman online, seperti pisau bermata dua. Jika Anda tahu betul bagaimana menggunakannya dengan baik, tentu sangat bermanfaat. Namun jika sebaliknya, bisa-bisa Anda malah terjerat utang. Kira-kira, hal apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan ketika mengajukan pinjaman tunai online?

 

Untuk Memenuhi Kebutuhan Konsumtif

Pinjaman online membawa banyak manfaat jika digunakan nasabah secara tepat. Tapi sayangnya, di Indonesia, kehadiran fintech, mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama di kota-kota besar. Alih-alih menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan, banyak yang terlena dan kebablasan menggunakan pinjaman dana untuk hal-hal konsumtif.

 

Misalnya merek handphone A mengeluarkan seri terbaru, lalu Anda  memaksakan diri untuk membelinya dengan menggunakan uang dari pinjaman tunai online, hanya karena tak mau ketinggalan tren. Jika sikap ini terus-terusan dipelihara, Anda akan terjerat utang. Untuk itu, sebelum pinjam uang secara online, kategorikan dulu kebutuhan utang Anda. Apakah termasuk utang produktif, atau malah konsumtif?

 

Meminjam Uang untuk Membayar Utang Lain

Hal ini juga banyak terjadi. Lantaran tidak mempunyai dana, nasabah mencari pinjaman lainnya untuk membayar tagihan yang dimiliki. Pada akhirnya, Anda hanya gali lubang tutup lubang. Begitu seterusnya, sampai-sampai tanpa sadar, pinjaman online yang digunakan sudah terlampau banyak, dan beban utang serta denda semakin menumpuk. Untuk menghindari kondisi ini, jika Anda berminat mengajukan pinjaman tunai melalui fintech, pilih satu lembaga saja. Pilih yang kredibel dengan fasilitas kredit paling lengkap. Misalnya Kredivo, yang bukan cuma bisa digunakan untuk pinjaman tunai, melainkan juga belanja dengan cicilan di merchant rekanannya, beli pulsa, paket data, hingga tiket pesawat.

 

Menggunakan Uang Pinjaman untuk Kebutuhan Sehari-hari

Kebutuhan yang terus bertambah serta biaya hidup yang kian mahal kerap tak berbanding lurus dengan penghasilan. Lalu sebagian orang mengambil jalan pintas, mengajukan pinjaman demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, ini hal yang keliru karena kebutuhan sehari-hari tak akan pernah habis. Apabila sumber dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut berasal dari utang, justru memunculkan masalah keuangan baru. Solusinya, selain berhemat ketat, mau tidak mau harus coba cari pekerjaan atau usaha sampingan lain untuk menambah penghasilan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait