Capai Target 2019, BNI Makin Getol Salurkan KUR 2020

Butuh usaha, kerja keras, dan komitmen tinggi dari semua entitas sebuah bank agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat berjalan dengan baik.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
5 Februari 2020, 19:52
Ester merupakan salah satu penerima KUR "Naik Kelas" dari BNI.
Katadata
Ester merupakan salah satu penerima KUR "Naik Kelas" dari BNI.

Capai Target 2019, BNI Makin Getol Salurkan KUR 2020

 

 

Butuh usaha, kerja keras, dan komitmen tinggi dari semua entitas sebuah bank agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat berjalan dengan baik. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) secara konsisten melakukan perencanaan, strategi inisiasi, eksekusi, monitoring, evaluasi, dan  perbaikan program penyaluran KUR dari tahun ke tahun untuk memastikan manfaat kredit tersebut. Demikian disampaikan oleh Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah dan Jaringan BNI Tambok P Setyawati di Jakarta, Rabu (5 Februari 2020).

Tambok menuturkan, BNI terus berinovasi dalam menyalurkan KUR mulai dari penyaluran berbasis klaster, penetrasi pasar orange zone di sekitar outlet BNI, dan value chain financing mitra usaha dari debitur korporasi (baik pada komoditas pertanian, perikanan dan perdagangan). Juga mengembangkan program pemerintah berupa KUR Tani, bersinergi dengan mitra startup, meningkatkan kualitas dan ketepatan pola penyaluran secara one on one, serta mengembangkan kemudahan akses pembiayaan KUR melalui digital. "Inovasi-inovasi tersebut mengantarkan BNI dinobatkan sebagai Penyalur KUR Terbaik 1 pada 2019 lalu dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI" ujar Tambok.

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil-2 BNI Bambang Setyatmojo mengatakan  ekspansif KUR BNI terlihat cukup agresif. Pada 2018, target awal KUR BNI adalah sebesar Rp13 triliun. Penyaluran KUR BNI telah mencapai target pada September 2018, sehingga BNI mendapatkan tambahan alokasi KUR sebesar Rp 3 triliun. Total realisasi penyaluran KUR BNI pada akhir 2018 mencapai Rp15,989 triliun kepada 185.223 debitur.

"Dengan konsisten melakukan inovasi, sinergi dan makin menghadirkan pendampingan, maka pada 2019, BNI mendapat plafon KUR sebesar Rp16 triliun dan target sudah tercapai pada bulan September 2019," papar Bambang. Ia menambahkan, pada Oktober lalu, BNI mendapatkan tambahan plafon KUR sebesar Rp2 triliun. Hingga akhir 2019, BNI berhasil mencatatkan penyaluran KUR sebesar Rp17,7 triliun kepada 241.306 debitur.

Kiprah BNI dalam pembangunan nasional tidak dapat dipungkiri, salah satunya adalah turut serta dalam pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM). BNI terus aktif mendukung Program Pemerintah dalam pengembangan UMKM sejalan dengan arah kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo, yaitu melalui dukungan pemberian kredit atau pembiayaan kepada UMKM.

Penyaluran KUR kepada UMKM merupakan salah satu bentuk untuk mewujudkan kemandirian ekonomi yang dapat menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Banyak pengusaha nasional skala kecil dan menengah berkembang menjadi pengusaha besar berkat andil BNI.

 

BNI Bangga Memajukan UMKM Indonesia

 

Aspek permodalan kerap jadi  masalah klasik pada pengembangan UMKM. Padahal, banyak UMKM memiliki usaha yang layak untuk diberikan akses perbankan (feasible). Namun dibandingkan sektor usaha korporasi, UMKM belum memiliki banyak kesempatan  mengakses perbankan 

Peran strategis BNI dalam pelaksanaan pembangunan nasional, salah satunya adalah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat yang sebelumnya tidak mendapatkan akses literasi keuangan menjadi bankable. Tujuannya agar kesejahteraan lebih merata dengan dukungan permodalan yang murah dan cepat melalui pola klaster serta menghadirkan pendampingan. Dengan demikian monitoring usaha debitur KUR mudah dilakukan dan akses pendampingan dapat dimaksimalkan.

 Pola pembiayaan yang diberikan kepada UMKM dikelompokkan atas dasar tiga kondisi kemampuan usaha. Pertama, UMKM yang potensial feasible namun belum bankable, pola pembiayaan diberikan melalui skema kemitraan. Kedua, UMKM yang telah feasible namun belum bankable, pola pembiayaan diberikan dalam bentuk skema subsidi atau pinjaman dengan subsidi bunga oleh pemerintah lainnya. Ketiga, UMKM yang feasible dan bankable, diberikan fasilitas kredit komersil segmen kecil.

Harapannya, selain BNI mampu memberi akses permodalan KUR yang lebih mudah dan familiar bagi pelaku UMKM, juga dapat memberi kebermanfaatan bagi peningkatan usaha serta kesejahteraan bagi UMKM Indonesia.

 Plafon KUR BNI pada 2020 dengan skema bunga 6 persen  sebesar Rp 22 triliun.

Reporter: Tim Publikasi Katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait