Kisah Petani Bawang Putih di Sembalun yang Terbebas dari Rentenir

Pandemi ini secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi usaha pertanian bawang putih. Pemerintah memutuskan untuk menghentikan kegiatan impor.
Image title
Diproduksi oleh Tim Publikasi Katadata
11 Mei 2020, 16:48
BNI
Katadata

Di saat banyak pengusaha yang tidak dapat menjalankan usahanya secara optimal karena pandemi Covid-19, Abdul Rais dan para petani di Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat tetap beraktivitas seperti biasa. Pandemi ini secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi usaha pertanian bawang putih. Pemerintah memutuskan untuk menghentikan kegiatan impor dari China yang salah satunya mencakup komoditas bawang putih.

 

Rais merasa bersyukur karena tanaman bawang putihnya telah siap panen. Bawang putih di Pulau Lombok dikenal memiliki keunggulan dapat tumbuh subur di dataran rendah dan kurang subur serta memiliki ukuran yang besar.

 

“Pertanian merupakan sektor utama yang menghidupi keluarga di daerah Sembalun. Sekitar 6.700 jiwa menaman bawang putih dengan tanaman tumpang sari sebagai selingan. Hadirnya BNI turut meningkatkan kesejahteraan petani di sini dengan akses pembiayaan yang mudah dan ringan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebelum ada BNI, para petani masih bergantung pada rentenir yang memberikan bunga yang sangat tinggi,” ujar Rais. 

 

Rais mengatakan, dengan ada physical distancing koordinasi antarpetani dilakukan menggunakan sarana telepon dan aplikasi Whatsapp Messenger. Hal-hal yang dikoordinasikan adalah seputar pasokan benih, pupuk, penjualan, hingga akses pembiayaan. Rais turut membantu mengkoordinir para anggota dalam memperoleh pinjaman KUR ke BNI. 

 

Dalam hal pengajuan pinjaman, berkas dikoordinasi oleh ketua kelompok tani secara kolektif untuk diserahkan dan diproses oleh BNI Kantor Cabang Mataram. Sedangkan, untuk pelunasannya, petani biasanya cukup melakukan setoran ke BNI Kantor Cabang Sembalun atau melalui Agen46 (Agen LAKUPANDAI BNI) terdekat.

 

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P Setyawati menuturkan, hadirnya BNI sejak 3 tahun ini di Kecamatan Sembalun dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui KUR dengan bunga yang ringan dengan sistem tidak diangsur, melainkan Yarnen (Bayar Ketika Panen) atau lunas setelah panen. 

 

Pola Yarnen ini tidak hanya berlaku pada bawang Sembalun, namun juga kepada petani usaha padi, jagung dan lain sebagainya di Jawa Timur serta seluruh sentra pertanian di Indonesia, Penyaluran KUR ke sektor pertanian menjadi salah satu strategi tumpuan dalam masa covid-19. Sampai dengan April 2020, BNI telah menyalurkan KUR Tani sebesar Rp 47,495 miliar kepada 3.705 petani di Sembalun.

Penulis: Tim Publikasi Katadata

Video Pilihan

Artikel Terkait