Perlindungan dari Risiko Penyakit Kritis

Kurangi risiko pertanggungan akibat penyakit kritis dengan mengikuti asuransi penyakit kritis.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
11 Desember 2018, 11:03

Risiko orang Indonesia terserang penyakit kritis terus meningkat. Dilihat dari prevalensi pada tahun 2013 dibanding 2007, jumlah penderita stroke menduduki tingkat pertama dengan kenaikan 14 kali lipat. Disusul penderita kanker yang meningkat 3,5 kali lipat, hepatitis naik dua kali lipat, jantung naik 0,6 persen, dan diabetes naik 0,5 persen.

Besaran biaya pengobatan penyakit kritis tidak bisa dibilang murah, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Ditambah, perawatan bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Untuk meminimalisir risiko, asuransi penyakit kritis bisa menjadi pilihan.

Dengan mengikuti asuransi penyakit kritis, pemegang polis mendapatkan beragam manfaat. Mulai dari mendapatkan biaya pengobatan, pengembalian 100 persen uang pertanggungan apabila meninggal dunia, dan mencegah hilangnya aset serta jerat utang. Apabila mengikuti Prucrisis Cover Benefit Plus 61, pemegang polis akan mendapatkan perlindungan komprehensif 61 penyakit kritis.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.