Nilai Penjualan Empat Emiten Rokok Capai Rp 144 T

Sepanjang tahun lalu kinerja penjualan empat emiten rokok yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan penjualan 126 persen hingga
Image title
Oleh
16 April 2014, 11:22
pt-gudang-garam-tbk.jpg
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Sepanjang tahun lalu, kinerja penjualan empat emiten rokok yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan penjualan 12,6 persen hingga 41,9 persen. Total penjualan keempat perusahaan rokok tersebut mencapai 144,32 triliun sepanjang 2013.  

Pertumbuhan penjualan paling tinggi diperoleh emiten dengan porsi penjualan terendah. Sementara emiten dengan nilai penjualan tertinggi, pertumbuhan penjualannya paling rendah. Hal ini menunjukan potensi pasar rokok di Indonesia yang masih besar.  

PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIMM) membukukan pertumbuhan penjualan paling tinggi, yaitu 41,9 persen. Meski demikian, nilai penjualan emiten ini sebesar Rp1,59 triliun, merupakan nilai penjualan terkecil dibanding emiten lain.  

PT Bentoel International Investama Tbk, (RMBA) membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 24,61 persen menjadi Rp12,27 triliun. Penjualan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tahun lalu sebesar Rp55,43 triliun, mengalami peningkatan 13,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang memimpin pasar dengan nilai penjualan Rp75,02 triliun hanya tumbuh 12,61 persen.  

Advertisement

Pertumbuhan penjualan empat emiten rokok ini rata-rata lebih tinggi dari pertumbuhan produksi rokok nasional tahun lalu. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, produksi rokok tahun lalu naik 13,29 persen. Pada 2012, produksi rokok mencapai 301 miliar batang, meningkat menjadi 341 miliar batang pada tahun lalu.  

Menurut Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, peningkatan penjualan emiten rokok ini seiring dengan panambahan kapasitas, dari perluasan pabrik, penambahan lini produksi dan penambahan jam kerja pabrik setiap perusahaan. Pabrik rokok Wismilak misalnya, mengoperasikan mesin baru pada semester II 2013 yang memiliki kapasitas produksi sekitar 1,5 miliar batang rokok per tahun. Sampoerna membuka pabrik baru di Purwokerto, Pasuruan, Madiun serta Panarukan. Gudang Garam membangun pabrik paru di Pasuruan dan Gresik.

Tahun ini prospek emiten rokok masih cukup mengkilap. Menurut Direktur Penerimaan dan Peraturan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Susiwijono, produksi rokok tahun ini akan mencapai 360-362 miliar batang.  

Pesta demokrasi lima tahunan, Pemilihan Umum (pemilu) memberi berkah bagi produsen rokok untuk mendapatkan peningkatan produksi. Menurutnya kecenderungan pola konsumsi rokok akan meningkat pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.  

Sekretaris Jenderal Gabungan Perserikatan Produsen Rokok Indonesia (Gappri) Hasan Aoni mengatakan bukan momentum pemilu yang akan mendongkrak penjualan rokok tahun ini. "Ada Pemilu dan Piala Dunia tahun ini. Biasanya konsumsi rokok akan naik," ujarnya kepada Katadata, Rabu (16/4).

kinerja penjualan emiten rokok 2012-2013

Reporter: Safrezi Fitra
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait