Mutiara Restrukturisasi Kredit eks Bank Century

PT Bank Mutiara Tbk merestrukturisasi sejumlah kredit bermasalah peninggalan manajemen lama Bank Century Hasil restrukturisasi kredit bermasalah pada kuart
Image title
Oleh
15 April 2014, 14:55
bank-mutiara-katadata.jpg
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? PT Bank Mutiara Tbk merestrukturisasi sejumlah kredit bermasalah peninggalan manajemen lama Bank Century. Hasil restrukturisasi kredit bermasalah pada kuartal I-2014 mencapai Rp 135,8 miliar.  

Corporate Secretary Bank Mutiara Rohan Hafas menjelaskan nilai pembayaran utang yang dilakukan debitur perseroan mencapai Rp 131,5 miliar atau 12,9 persen dari total kredit bermasalah sebesar Rp 1,015  triliun akhir 2013.  

Sejumlah debitur peninggalan eks-Bank Century yang melakukan pembayaran cicilannya antara lain Selalang Prima International, Polymer Spectrum Sentosa, Trio Irama, Akasia Prima dan Cahaya Adiputra Sentosa, dengan total pembayaran sebesar Rp 110,7 miliar.  

?Sisanya yaitu sebesar Rp 20,8 miliar berasal dari debitur retail,? kata Rohan dalam keterangan yang diterima Katadata, Selasa (15/4).  

Advertisement

Kendati demikian, masih ada sejumlah debitur lain peninggalan eks Bank Century yang belum beritikad baik membayar kewajibannya. Sejumlah perusahaan tersebut diantaranya Tranka Kabel, Catur Karya Manunggal, Sentra Ideologis, Millienium Anugerah Sakti, serta Enerindo Resources.  

PT Tranka Kabel saat ini sedang menghadapi proses kepailitan di mana Bank Mutiara telah menjadi kreditur ?separatis? (kreditur yang memegang hak jaminan kebendaan atas piutang) yang diharapkan akan mendapatkan haknya setelah proses hukum tersebut selesai dengan tingkat pengemblian kredit yang optimal.  

Khusus PT Enerindo Resources, hingga kini belum menunjukkan itikad untuk membayar kredit macetnya. Menurut data Bank Mutiara, kepemilikan perusahaan ini dimiliki oleh Alvin (60 persen), Welliem Pattiapon atau sebagai Direktur (40 persen) dan Abubakar Sidik Talaohu (Komisaris). Karena dinilai tidak kooperatif, Bank Mutiara akan melakukan proses pailit.  

Pengucuran kredit ke Enerindo ini dilakukan manajemen lama dengan tidak proper, karena tidak dilengkapi dengan jaminan berupa fixed asset. Sebagian besar jaminan yang diberikan berupa non-fixed asset, terdiri dari persediaan barang, piutang, dan personal guarantee atas nama Vishwa Sundaram dan Rofik Suhud.  

Pembayaran utang itu membuat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada kuartal I 2014, mencapai 3,6 persen. Untuk rasio kecukupan modal (CAR) perseroan tercatat sebesar 14,06 persen. Aset Bank Mutiara tercatat Rp 13,4 triliun. Untuk dana pihak ketiga sebesar Rp 11,2 triliun.

kredit bermasalah bank century

Reporter: Nur Farida Ahniar
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait