Belum Pernah Ada Penyakit Seganas Corona, Kami Berlomba Menguji Vaksin

Hasil uji klinis vaksin Covid-19 kerja sama Sinovac-Bio Farma di fase 3 berlangsung aman, reaksinya ringan.
Image title
8 November 2020, 09:00
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Kusnandi Rusmil
Katadata
Ketua Tim Riset Vaksin Covid-19 Unpad Prof. Kusnandi Rusmil

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah menargetkan vaksin tersedia dalam waktu cepat. Apakah hal ini normal dan aman ?

Kalau buatan Bio Farma nanti bisa pergunakan kalau ada emergency use authorization setelah Januari kita bisa pergunakan. Tapi tanpa emergency use authorization mungkin bulan Juni sudah bisa kita pergunakan.

Berarti bisa dikatakan Juni adalah waktu paling aman untuk vaksinasi ?

Tidak, kan ada emergency use authorization dan ada vaksin lain yang bisa dilihat. Produk yang dibikin di Uni Emirat Arab dan Brazil kan dari Sinovac juga.

Selain Indonesia, di mana lagi uji coba vaksin Sinovac dilakukan ?

Brazil, Turki, dan Uni Emirat Arab melakukan uji klinis fase 3, nanti hasilnya akan digabung oleh WHO. Kalau WHO sudah oke, maka vaksin ini bisa digunakan ke seluruh dunia.

Astra Zeneca juga sudah mengumumkan kalau jadwal mereka juga mundur, berarti distribusi baru bisa dilakukan akhir tahun ?

Yang saya tahu, belum ada yang selesai uji klinis sampai sekarang. Penyakit ini kan baru 10 bulan sejak muncul di Wuhan. Yang sakit sudah 30 juta lebih, yang meninggal 3 juta. Tapi semua pabrik-pabrik itu AstraZeneca, Sanofi Pasteur, GlaxoSmithKline itu berlomba bikin vaksin semua dengan sumber dan metode yang berbeda.

Apa perbedaan vaksin Sinovac dengan yang lain ?

Kalau Sinovac kan menggunakan vaksin yang dimatikan, inactivated. Kalau Moderna pakai RNA virus, ada lagi yang pakai dinding sel dan sebagainya. Kalau di kita itu baru bisa pakai vaksin yang dimatikan kumannya karena RNA DNA atau dinding sel itu menggunakan teknologi yang tinggi. Yang bisa itu cuma beberapa pabrik besar seperti AstraZeneca, GSK, atau Sanofi Pasteur karena peralatan yang baik.

Apakah vaksin Sinovac lebih aman dibanding AstraZeneca ?

Saya tidak berani bilang begitu karena AstraZeneca juga belum selesai penelitiannya. Tetapi yang saya rasakan di Bandung kelihatannya memang lebih ringan dampaknya dibanding penelitian terdahulu. Tapi saya enggak mengaitkan dengan AstraZeneca, saya hanya mengaitkan dengan penelitian terdahulu.

Apakah vaksin ini cocok dengan karakter tropis di Indonesia ?

Saya pikir semua efektif karena selama ini kita sudah bisa bikin vaksin polio, itu kan 70% pasokan dunia dari Indonesia. Yang penting WHO melihat fase 3 aman atau tidak.

Pengembangan vaksin Covid-19 ini relatif cepat, tak seperti penyakit lainnya. Apa yang membedakan perlakuan vaksin covid ini dengan vaksin lain? 

Penyakit ini baru mulai 10 bulan, tapi di seluruh dunia yang sakit sudah 30 juta orang dan 3 juta meninggal. Belum pernah ada penyakit yang seperti itu ganasnya sehingga kita berlomba mencari obat dan vaksin agar penduduk dunia ini selamat.

Setelah vaksin tersedia, apakah perlu melakukan vaksinasi kepada 100% penduduk ?

Pemerintah menargetkan 70% supaya ada kekebalan imunitas.

Bisa dikatakan setelah 70% imunisasi, maka 30% sisanya ikut aman ?

Harapannya begitu. Tapi untuk itu perlu bertahap karena di satu tempat seperti Pulau Lombok, kan relatif tidak begitu besar jumlah penduduknya dibanding Pulau Jawa. Nah kalau begitu vaksinasi di daerah perkotaan aja dan tidak di pedalaman asalkan mencakup 70% (penduduk). Jadi yang di pedalaman juga akan kebal karena ada herd immunity.

Banyak masyarakat yang mempertanyakan kehalalan vaksin, bagaimana upaya untuk meyakinkan mereka ?

Sebelum melakukan uji klinis, saya tanya ke Bio Farma apakah ada yang mengandung bahan tidak halal ? Bio Farma bilang tidak. Saat ini MUI ke Tiongkok bersama BPOM untuk melihat proses di sana halal atau tidak. Yang jelas bahan vaksin di Indonesia itu sudah halal. Tinggal lihat proses di Tiongkok.

Berapa dosis yang disiapkan ?

Saya tidak tahu, karena pemerintah yang menyiapkan pembelian. Hanya saja Bio Farma mau bikin 40 juta dosis dan selanjutnya 240 juta dosis. Tapi bahannya ada atau tidak saya kurang tahu, karena semua rebutan membeli. AS sudah pesan 500 juta dosis, Inggris pesan 400 juta dosis. Kita baru kebagian baru 40 juta dosis.

Apa yang membuat vaksin Sinovac ini jadi rebutan ?

Karena yang paling dulu bikin vaksin itu Sinovac, yang lain belakangan. Tapi vaksin Moderna juga sudah habis dipesan.

Apakah karena sudah masuk uji klinis fase 3 ?

Betul, kalau sudah lulus fase 3, tandanya sudah bisa diperjualbelikan. Kalau fase 1 dan 2 belum bisa dipakai. Tinggal masuk fase 4 yaitu post marketing surveillance. Jadi kalau sudah dijual akan ada pemantauan. Kalau terjadi apa-apa, pemerintah bisa menarik vaksin itu dari peredaran.

Siapa yang pertama akan mendapatkan suntikan ?

Itu tergantung pemerintah siapa yang nanti dapat duluan siapa. Saya enggak tahu. Tapi di samping penelitiannya jalan, kami sudah pakai vaksin Sinovac misal ke petugas kesehatan, kemudian aparat yang menjaga.

Seperti apa simulasinya Ketika vaksinasi sudah dilakukan ? Apakah corona akan langsung menghilang dengan sendirinya ?

Kalau hampir 70% divaksin, diharapkan penyakit ini akan hilang. Sedangkan 30% itu herd immunity. Tapi untuk mencapai itu, harus bertahap dan tidak mungkin dalam waktu bersamaan.

Asumsinya berapa lama proses herd immunity bisa terjadi sejak vaksinasi dimulai ?

Saya tidak tahu bagaimana rencana pemerintah. Itu Kementerian Kesehatan yang menghitung.

 

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait