Nasional

30/12/2017, 10.41 WIB

“Perburuan” Setya Novanto dan Gaduh Pilgub Jakarta

Sepanjang 2017, perhatian publik banyak tersita dengan kasus hukum yang menjerat Ketua Umum Partai Golongan Karya Setya Novanto. Pada 9 Maret, untuk pertama kalinya nama Setya disebut dalam dakwaan kasus e-KTP.

Perkara tersebut terus bergulir. Pada 17 Juli, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Setya sebagai tersangka kasus e-KTP. Setya kemudian mengajukan gugatan praperadilan dan memenangkannya. Status yang melekat otomatis hangus, namun KPK kembali menjadikannya sebagai tersangka.   

Jeratan kasus hukum bermuara pada pergantian pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin. Airlangga Hartarto yang menjabat menteri perindustrian didapuk sebagai ketua baru. Ia terpilih secara aklamasi.  

Pada 2017, juga terjadi peristiwa besar yakni pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Pesta politik yang cukup membetot perhatian dan menimbulkan kegaduhan. Isu suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA) sempat mengemuka. Sentimen keagamaan berujung vonis dua tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Selain itu, berbagai peristiwa politik mewarnai perjalanan waktu selama 2017.