Makro

26 Maret 2018

Bagaimana “Bonus Demografi” Mempengaruhi Perekonomian Indonesia

Sejumlah lembaga memprediksi Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam satu hingga dua dekade mendatang. Kekuatan Indonesia terutama dari sisi demografi yang diuntungkan oleh struktur penduduk usia muda. Ini artinya, akan ada lebih banyak penduduk yang produktif ketimbang yang non-produktif.

\n

Dalam istilah kependudukan, kondisi ini disebut “bonus demografi”. Namun untuk mencapai hal itu tergantung pada strategi dan upaya yang dilakukan saat ini. Terutama dalam memanfaatkan penduduk usia muda untuk meningkatkan produktivitas.  

\n

Tentunya produktivitas tidak hanya digerakkan oleh pembangunan infrastruktur, tapi juga oleh perbaikan sistem dan manajemen, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghasilkan teknologi terkini. Di sinilah pendidikan berperan penting supaya kapasitas SDM bisa bersaing. 

\n

Jika gagal memanfaatkan penduduk muda ini, dikhawatirkan Indonesia justru menuai “bencana demografi” akibat tidak tersedianya lapangan kerja. Di sisi lain, bencana juga bisa terjadi jika jumlah penduduk tidak terkendali. Alhasil pengendalian populasi melalui program keluarga berencana perlu dilakukan, tentunya tanpa paksaan seperti di masa lalu.

\n

Dengan jumlah penduduk yang terkendali, maka rasio pendapatan yang dihasilkan untuk menopang penduduk tidak produktif juga rendah. Dengan demikian, pendapatan yang dipakai untuk konsumsi serta mendorong pertumbuhan ekonomi bisa meningkat. Secara agregat, PDB nasional yang besar memang penting, tapi yang lebih utama adalah PDB per kapita atau produktivitas masing-masing penduduk.