Nasional

18 Oktober 2018

Wawancara Khusus Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan

Meski sempat dibayangi aneka keraguan, kritik, dan rentetan bencana alam di berbagai daerah, Indonesia berhasil menyelenggarakan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Nusa Dua, Bali. Acara yang berlangsung 8-14 Oktober tersebut boleh dibilang berjalan mulus dan menorehkan sejumlah catatan penting.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Luhut Binsar Pandjaitan, ada lebih 35 ribu orang dari 189 negara yang mendaftar untuk menghadiri event tersebut. Selama satu pekan, ada ribuan forum digelar, di luar acara utama sidang IMF dan Bank Dunia.

Forum-forum itu juga membuahkan sejumlah kesepakatan bagi Indonesia, seperti pendanaan infrastruktur, investasi, dana bencana, hingga kerja sama perdagangan online (e-commerce). “Yang paling penting lagi, mempromosikan Indonesia ke dunia,” kata Luhut dalam wawancara khusus dengan Tim Katadata.co.id di paviliun tempatnya menginap, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10) pagi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini mengungkapkan lika-liku persiapan pertemuan IMF tersebut, termasuk menekan biaya, interaksinya dengan para pemimpin lembaga keuangan global, hingga tantangan pemerintah menjelang Pemilu tahun depan di tengah kondisi turbulensi kondisi ekonomi. Berikut petikannya.