Nasional

30/8/2019, 17.18 WIB

Petaka Tumpahan Minyak, Laut Jawa Tercemar

Pagi itu, Selasa 19 Agustus, sudah hampir sebulan warga Desa Pasir Putih, Karawang tidak bisa melaut. Mayoritas warga yang berprofesi nelayan tidak lagi bisa mencari ikan. Aktivitas mereka sehari-hari hanya mengumpulkan minyak yang tersebar di lepas pantai Karawang.

Riuh rendah desa yang biasanya ramai dengan bongkar muat hasil tangkapan para nelayan seolah mati suri. Semburan minyak yang keluar dari Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang dikelola Pertamina Hulu Energi sejak 12 Juli.

Akibatnya, perekonomian masyarakat nelayan di kawasan pesisir utara Jawa Barat ini berubah. Tidak ada lagi kegiatan jual beli ikan dan pengupasan rajungan yang menjadi komoditas utama di Desa itu. Petani tambak pun harus mempercepat panen, juga petani garam terpaksa berhenti berproduksi mereka karena tidak dapat memanen air laut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kebocoran minyak ini telah mencemari lautan di tiga provinsi, tujuh kabupaten, 22 kecamatan, dan 57 desa. Hingga akhir Agustus, korban pencemaran yang sebagian besarnya nelayan sebanyak 14.655 jiwa.