Erick Thohir Sedih, Hanya 10% BUMN yang Sudah Mandiri

Hanya 10% dari 142 BUMN yang dapat berdiri sendiri dan memberikan pemasukan untuk negara.
Image title
13 April 2020, 19:01
Erick Thohir, BUMN,
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan pengecekan stok masker di apotek kimia farma Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2020).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan kekecewaannya karena mayoritas BUMN masih belum mandiri atau bergantung dengan pemerintah dalam menjalankan bisnisnya. Hanya 10% dari 142 BUMN yang dapat berdiri sendiri dan memberikan pemasukan untuk negara.

"Yang kami sudah pelajari selama 7 bulan ini dengan pakar-pakar independen, kenyataannya sangat menyedihkan," kata Erick saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kementerian BUMN ke-22 secara virtual, Jakarta, Senin (13/4).

Sebanyak 68% perusahaan pelat merah lainnya perlu dikonsolidasikan dengan perusahaan lainnya karena tak mampu menjalankan bisnisnya sendiri.

(Baca: Garuda Maintenance Rugi Rp 50 M Akibat Pembengkakan Beban Usaha)

Untuk meningkatkan kinerja BUMN menjadi lebih baik, Erick akan merapikan sumber daya manusia (SDM) di Kementerian BUMN. Sehingga, nantinya, operasional Kementerian BUMN tidak lagi hanya menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja.

Sumber dana lain yang direncanakan, akan menggunakan dividen yang diberikan dari perusahaan-perusahaan milik negara tersebut. Untuk mendanainya, Erick berencana untuk meminta sekitar 1% dari total dividen yang disetor ke negara dari perusahaan-perusahaan pelat merah.

"Saya sedang mengusulkan perubahan ke depan, bahwa kami tidak mau hanya terima anggara APBN terus-menerus. Yang mengakibatkan kinerja kami tidak bisa didata dengan baik," kata Erick.

(Baca: BUMN Datangkan Alat PCR dari Swiss, Mampu 300 Ribu Tes Corona Sebulan)

Erick yang ditemani oleh wakilnya, Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo, melakukan syukuran HUT Kementerian BUMN secara virtual dengan beberapa direksi perusahaan pelat merah.

Dalam merayakannya, Erick pun mengubah slogan kementerian menjadi "BUMN untuk Indonesia" yang diharapkan agar BUMN bisa bermanfaat untuk Indonesia dalam arti yang lebih luas. Sehingga, bisa lebih menancapkan bendera hingga ke mancanegara seperti PT Pertamina (Persero) yang memiliki beberapa kilang. "Saya ingin maknanya ini lebih dalam, supaya tancapkan bendera go global," katanya.

Slogan BUMN sebelumnya yaitu "BUMN Hadir untuk Negeri" dicanangkan oleh pendahulu Erick, yaitu Rini Soemarno. Slogan lama tersebut diluncurkan pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 2015 lalu.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait