Satu Bulan Corona di Indonesia, 1.790 Kasus Positif dan 170 Kematian

Yurianto mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan corona.
Dimas Jarot Bayu
2 April 2020, 16:11
corona, pandemi, satu bulan corona di Indonesia
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Pekerja melayani pembeli dari balik plastik pembatas di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Penggunaan plastik pembatas tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

Pemerintah secara resmi mengumumkan kasus pertama virus corona atau Covid-19 di Indonesia, satu bulan lalu atau pada 2 Maret 2020. Selama satu bulan terakhir, jumlah kasus positif corona mencapai 1.790 orang. Jumlah kasus hari ini bertambah 113 orang dari satu hari sebelumnya.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif baru sebanyak 113 orang, sehingga jumlah total menjadi 1790 kasus positif akumulatif," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (2/4).

Dari jumlah tersebut, ada penambahan 13 kasus kematian baru sehingga jumlah orang yang meninggal dunia akibat corona mencapai 170 orang.

(Baca: Mengenal Psikosomatik yang Mengiringi Pandemi Corona)

Adapun  pasien yang dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut bertambah sembilan orang. Secara akumulatif, total pasien yang telah dinyatakan dua kali negatif dari corona mencapai 112 orang.

Yurianto mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan corona. Yakni dengan berdisiplin dalam menjaga jarak saat berkomunikasi sosial.

Langkah ini dinilai akan menghindarkan orang tua dan masyarakat yang memiliki penyakit kronis menahun untuk tertular corona. "Mari lindungi jangan sampai tertular, karena dampaknya lebih berat dibanding yang muda dan status imunitasnya baik," kata Yurianto.

Dia juga meminta masyarakat untuk rajin mencuci tangan. Apalagi, Yurianto menilai jumlah kasus akibat penularan tidak langsung cukup besar jumlahnya.

Dia pun meminta agar masyarakat bisa bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. "Tetap aman dan produktif di rumah," kata Yurianto.

(Baca: Tanpa Intervensi Pemerintah, Kasus Corona RI 2,5 Juta dalam 77 Hari)

Advertisement
Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait