Jokowi Siapkan 2 Juta Avigan dan 3 Juta Chloroquine untuk Obati Corona

Jokowi juga meminta BUMN farmasi untuk memperbanyak produksi obat tersebut
Yuliawati
20 Maret 2020, 16:07
corona, Jokowi, avigan, Chloroquine
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan "lockdown" tidak boleh dilakukan pemerintah daerah.

Pemerintah menyediakan obat untuk melawan virus corona atau Covid-19 dari beberapa negara. Dua jenis obat yang disiapkan yakni Avigan dan Chloroquine yang telah diuji coba beberapa negara untuk menyembuhkan pasien corona.

"Obat ini sudah dicoba oleh satu dua tiga negara dan memberikan kesembuhan," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (20/3).

Jokowi menyatakan akan memesan 2 juta Avigan dan saat ini telah memiliki persediaan 3 juta Chloroquine. "Kami telah datangkan 5 ribu Avigan dan dalam proses pemesanan 2 juta," kata Jokowi .

(Baca: Tiongkok Sebut Obat Merek Avigan Buatan Fujifilm Efektif Atasi Corona)

Jokowi menyatakan pemesanan obat tersebut setelah pemerintah mencari informasi obat yang dapat menyelesaikan virus corona. "Kami tidak diam tapi mencari informasi apa yang bisa agar dapat menyelesaikan Covid-19," kata dia.

Jokowi menyatakan obat-obatan tersebut akan dikirimkan kepada pasien yang membutuhkan melalui dokter keliling dari rumah ke rumah atau melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan yang terinfeksi.

Jokowi juga meminta BUMN untuk memperbanyak produksi obat tersebut. "Saya minta BUMN farmasi untuk perbanyak produksinya," kata Jokowi.

(Baca: Beberapa Obat yang Diklaim Efektif Sembuhkan Pandemi Corona)

Advertisement

Avigan merupakan merek obat yang diproduksi Fujifilm Toyama Chemical, perusahaan asal Jepang. Avigan mengandung favipiravir atau obat anti influenza yang diproduksi Fujifilm sejak 2014. Obat ini diberikan kepada pasien corona di Jepang sejak wabah menyebar di negara itu pada Februari lalu. 

Tiongkok pun merekomendasikan penggunaan obat tersebut secara resmi. "Obat ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan jelas efektif dalam pengobatan," kata Direktur Badan Nasional Pembangunan Bioteknologi China Zhang Xinmin dalam konferensi pers, Rabu (18/3).

Sementara chloroquine merupakan obat malaria yang dianggap efektif digunakan untuk pengobatan pasien terinfeksi corona. Beredar pesan,  Tiongkok dan Perancis menggunakan chloroquine untuk perawatan pasien corona. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta stafnya untuk menyediakan obat antimalaria.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait