Kasus Corona Tersebar di 118 Kelurahan di Jakarta, 15 Orang Meninggal

Angka kematian karena virus corona di Jakarta mencapai 9,4%.
Yuliawati
19 Maret 2020, 09:09
virus corona, virus korona, pandemi korona
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Petugas PMI (Palang Merah Indonesia) melakukan penyemprotan disinfektan di ruang laboratorium SMA (Sekolah Menengah Atas) 4 Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan 15 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona baru atau Covid-19. Sedangkan jumlah yang positif corona sebanyak  160 orang dengan 90 orang masih mendapat perawatan dan 42 orang isolasi diri.

Pemprov DKI Jakarta mengidentifikasi jumlah kasus positif corona tersebut menyebar di 118 dari 267 kelurahan di Jakarta. "Jumlah kasus positif yang belum diketahui lokasinya ada 42 kasus," bunyi laporan Pemprov Jakarta di situs resmi corona.jakarta.go.id, Kamis (19/3).

(Baca: 19 Orang Positif Corona di RI Meninggal, Tertinggi di Asia Tenggara)

Dengan demikian, jumlah kematian akibat corona ini di Jakarta bertambah tiga orang dari yang dilaporkan pemerintah pusat pada Rabu (18/3). Juru bicara pemerintah dalam penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan pada Rabu orang yang meninggal corona sebanyak 19 orang.

Rinciannya, 12 orang dari Jakarta, dua orang dari Jawa Tengah dan lainnya masing-masing satu orang dari Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara.

Gubernur Anies Baswedan, dalam acara Mata Najwa mengatakan dia melaporkan 15 kematian kepada Kementerian Kesehatan pada Rabu sore, sementara pada Senin (16/3) dia melaporkan 12 orang meninggal dunia.

(Baca: Pertama Kali, Tiga RS Swasta Ikut Rawat Pasien Positif Virus Corona)

Anies menyatakan angka kematian karena virus corona di Jakarta mencapai 9,4%,  jauh lebih tinggi dari rata-rata angka kematian dunia di kisaran 3,9%. "Angka kematian di Jakarta cukup tinggi, dari total saat ini ada 160 orang yang positif, lalu kita memiliki 15 orang yang meninggal jadi 9,4%," ujar Anies.

Secara nasional, angka kematian akibat corona di Indonesia melampaui angka rata-rata kematian di dunia. Dengan jumlah kasus positif sebanyak 227 orang dan yang meninggal sebanyak 19 0rang, maka angka rata-rata kematian 8,37%. Indonesia mengalahkan Italia dengan angka rata-rata kematian 7,94% dan juga di atas Iran dengan angka rata-rata kematian 6,1%.

Indonesia juga menjadi negara di Asia Tenggara dengan jumlah korban meninggal corona tertinggi dari total 227 kasus positif. Melansir data dari Worldometers, negara Asia Tenggara di urutan kedua setelah Indonesia yaitu Filipina dengan total 202 kasus positif dan 17 orang meninggal.

Advertisement

Thailand mencatat  212 kasus positif corona dengan korban meninggal 1 orang. Empat negara tanpa kematian kasus corona yakni Singapura dengan jumlah kasus 266, Vietnam 68 kasus, Brunei Darussalam 68 kasus, serta Kamboja 35 kasus. Sedangkan dua negara ASEAN lainnya, Myanmar dan Laos, tidak ditemukan datanya.

(Baca: Tiongkok Sebut Obat Merek Avigan Buatan Fujifilm Efektif Atasi Corona)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait