Penyebaran Corona RI Mirip Korea, Peneliti Perkirakan Berakhir April

Penyebaran virus corona di Indonesia bisa membengkak hingga jutaan penderita bila tak disiplin menerapkan langkah pencegahan.
Dimas Jarot Bayu
17 Maret 2020, 12:37
pola virus corona indonesia mirip Korea selatan
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/wsj/cf
Para prajurit Korea Selatan memakai baju pelindung membersihkan jalan di Seoul, Korea Selatan, Kamis (5/3/2020).

Peneliti dari ITB memperkirakan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih akan terus berlanjut hingga satu bulan ke depan. Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia diperkirakan bisa mencapai 60 kali lipat ketimbang yang ada saat ini.

Tim peneliti matematika epidemiologi dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi ITB (PPMS ITB) yakni Nuning Nuraini, Kamal Khairudin, dan Mochamad Apri, membuat simulasi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Mereka menggunakan model penyebaran wabah yang terjadi di Korea Selatan dengan kurva Richard untuk simulasi di Indonesia.

Alasan dipilihnya model di Korea Selatan karena paling mirip dengan pola penyebaran Indonesia hingga Sabtu (14/3). "Oleh sebab itu parameter yang dimasukkan ke rumus akhir pakai yang Korea Selatan," kata Nuning ketika dihubungi Katadata.co.id, Selasa (17/3).

(Baca: Gandeng Swasta, Pemerintah AS Uji Coba Vaksin Virus Corona)

Hasil analisis data tim PPMS ITB menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 akan berakhir pada pertengahan April 2020. Sementara, puncak epidemi bakal terjadi pada akhir Maret 2020.

Adapun, jumlah kasus corona di Indonesia diperkirakan dapat mencapai lebih dari 8 ribu dengan kasus baru terbesar diprediksi sekitar 600 kasus.

Meski demikian, tim PPMS ITB mewaspadai penyebaran kasus corona di Indonesia bisa membengkak hingga jutaan penderita. Ini dapat terjadi jika langkah pencegahan yang dilakukan di Indonesia tak seperti Korea Selatan.

"Bisa dibayangkan bila langkah pencegahan ini tidak dilakukan secara serius," tulis tim PPMS ITB.

(Baca: Filipina Tutup Perdagangan di Pasar Keuangan Imbas Virus Corona)

Lebih lanjut, tim peneliti menyebut pendekatan model ini masih sederhana dan belum sempurna. Namun, pada dasarnya semua model menunjukkan pesan bahwa kasus yang terjadi bisa saja lebih tinggi dibandingkan yang dilaporkan. Berikut grafik Databoks perkembangan kasus corona yang diumumkan pemerintah: 


Dengan demikian, Indonesia diminta mulai mengurangi dampak dari penyebaran corona. Indonesia dinilai dapat mencontoh beberapa negara yang telah sukses menekan angka penyebaran penyakit tersebut. "Yang terbaik adalah Taiwan, yang sangat terkoneksi dengan Tiongkok," tulis tim PPMS ITB.

Tim PPMS ITB juga menyarankan masyarakat untuk bisa menjaga jarak sosial atau social distancing. Hal tersebut diyakini dapat mencegah laju penyebaran Covid-19.

Selain itu, masyarakat diminta untuk bisa menjaga kebersihan diri dan lingkungan sesuai panduan yang diberikan otoritas kesehatan terkait. "Ini harus dilakukan secara disiplin," tulis mereka.

Advertisement

(Baca: Bertambah 17 Pasien, Kasus Positif Corona di Indonesia jadi 134 Orang)

Hingga Senin (16/3) , pemerintah mengumumkan jumlah kasus corona di Indonesia mencapai 134 orang atau bertambah 17 kasus dari hari sebelumnya yang hanya sebanyak 117 kasus.

Juru bicara nasional penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan mayoritas tambahan pasien ini berada di Provinsi DKI Jakarta. Berikut Databoks persebaran corona di Indonesia:

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait