Tiongkok Kirim Tim dan Alat Medis untuk Italia dalam Tangani Corona

Tiongkok memberikan bantuan ke Italia setelah kedua menteri luar negeri saling berkomunikasi.
Yuliawati
12 Maret 2020, 17:19
virus corona, virus korona, italia
ANTARA FOTO/REUTERS/Guglielmo Mangiapane/wsj/dj
Guglielmo Mangiapane Seekor anjing lewat di depan restoran yang nyaris kosong di wilayah Trastevere, setelah dikeluarkannya dekrit yang memerintahkan penutupan seluruh Italia, sebuah tindakan keras yang belum pernah terjadi sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19, di Roma, Italia, Selasa (10/3/2020).

Pemerintah Tiongkok memberikan bantuan kepada Italia dalam menangani penyebaran virus corona atau Covid-19, pada Rabu (11/3). Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk solidaritas atas penderitaan yang sama dalam menghadapi wabah corona.  

Wang Yi mengatakan bantuan tersebut diberikan di tengah permintaan yang masih tinggi atas berbagai alat medis. Tiongkok memberikan bantuan berupa 10 ribu ventilator paru, 2 juta masker wajah, dan 20 ribu jas pelindung.

“Kami akan mengatasi kesulitan dan menawarkan bantuan bahan termasuk masker wajah, dan meningkatkan ekspor bahan dan peralatan untuk memenuhi kebutuhan mendesak Italia,” kata Wang Yi dilansir dari South China Morning Post (SCMP).

(Baca: Cemas Pandemi Covid-19, Trump Batasi Masuknya Pelancong dari Eropa)

Kelompok Palang Merah Tiongkok memimpin para ahli medis tersebut untuk pergi ke Italia dengan membawa persediaan bantuan. Tim tersebut beranggotakan tujuh orang itu termasuk seorang ahli dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok dan dua spesialis penyakit pernapasan dari Rumah Sakit Tiongkok Barat Universitas Sichuan.

"Dokter Tiongkok adalah yang pertama [menangani virus corona] dan mereka dapat membawa pengalaman mereka," kata Wang Yi dikutip dari Vice News.

Tiongkok mengirimkan bantuan setelah berkomunikasi telepon dengan Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio pada Selasa (11/3) malam. Dalam percakapan tersebut, Di Maio mengatakan bahwa Italia belajar dari pengalaman Tiongkok mengatasi virus corona, namun memiliki kebutuhan mendesak akan bantuan kesehatan.

(Baca: Akibat Corona, Pemerintah Tutup Seluruh Penerbangan dari dan ke Italia)

SCMP melaporkan para ahli medis Italia menerima pengajaran dari ahli epidemologi Tiongkok, Zhong Nanshan dalam menangani ledakan virus corona di Wuhan. Ahli Tiongkok menyampaikan kepada European Respiratory Society (ERS), mencakup informasi seperti diagnosis, perawatan, fitur patologisnya, pengungkapan informasi, dan kontrol pemerintah.

Lu Xiang, seorang peneliti dari Chinese Academy of Social Sciences, mengatakan Tiongkok memberikan bantuan kepada negara lain yang mengalami kasus positif virus corona karena situasi domestik di negara tersebut sudah cukup terkendali.

“Kami merasakan penderitaan yang sama. Situasi di Italia suram, saatnya berbagi, kami dapat berkomunikasi dengan mereka,” katanya.

Selain memberikan kepada Italia, Tiongkok juga memberikan bantuan kepada Irak. Tim ahli medis Tiongkok telah mendarat di ibu kota Irak, Bagdhad pada Sabtu (7/3) lalu. CGTN News melaporkan para ilmuwan Tiongkok akan tinggal selama sebulan untuk memberikan bantuan penanganan Covid-19 di Irak.

Kasus positif virus corona di Italia kian melonjak. Laporan terakhir per Kamis (12/3) menunjukan sebanyak 12.462 orang telah terinfeksi dan korban kematian mencapai 827 orang. CNN melaporkan, jumlah kasus tersebut bertambah setelah Badan Perlindungan Sipil Italia melaporkan 2.313 pasien baru pada Rabu (11/3) waktu setempat.

Sebelumnya Italia juga menutup seluruh wilayah Lombardia, beberapa wilayah Veneto, wilayah Piemonte, dan wilayah Marche yang mencakup Provinsi Pesaro-Urbino. Italia juga menutup semua toko kecuali apotek dan toko makanan. Kegiatan sekolah dan sebagian besar kegiatan perkantoran juga dihentikan.

(Baca: WHO: Lebih Dari 70% Pasien Infeksi Virus Corona di Tiongkok Sembuh)

Advertisement

 

Reporter: Mario Baskoro (Magang)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait