Dua Penumpang Diamond Princess asal Jepang Meninggal Akibat Corona

NHK menyebut kedua WN Jepang yang meninggal juga memiliki masalah kesehatan selain terinfeksi virus corona.
Yuliawati
20 Februari 2020, 15:18
kapal pesiar, diamond princess, corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-
Penumpang di kapal pesiar Diamond Princess menjalani karantina 14 hari setelah mendarat di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang.

Dua warga negara Jepang yang merupakan penumpang kapal pesiar Diamond Princess meninggal akibat infeksi virus corona atau COVID-19. Kematian dua orang tersebut merupakan yang pertama sejak 621 penumpangnya dinyatakan positif terinfeksi corona.

Kantor berita Jepang, NHK, melaporkan kedua orang yang meninggal merupakan pria dan perempuan berusia 80-an. Keduanya meninggalkan kapal pada 11 dan 12 Februari lalu dan telah menjalani perawatan rumah sakit. NHK menyebut keduanya juga memiliki masalah kesehatan selain terinfeksi virus corona.

(Baca: Korban Tewas Corona Capai 2.120 Orang, Jumlah Kasus Baru Menyusut)

Sejak 5 Februari 2020, kapal Diamond Princess dikarantina di pantai Yokohama akibat penyebaran infeksi virus corona. Kapal itu membawa 3.711 orang yang terdiri dari 2.666 penumpang dan 1.045 kru dari 56 negara.

Di antara ribuan penumpang terdapat 78 WNI yang merupakan kru kapal dengan tiga orang dianggap positif corona dan masih menjalani perawatan.

Sesuai protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masa karantina di kapal pesiar tersebut telah berlangsung selama 14 hari sejak 5 Februari 2020 dan berakhir pada Rabu waktu setempat.

Para penumpang dan kru di kapal pesiar Diamond Princess telah menjalani pemeriksaan ulang setelah masa karantina berakhir. Hasilnya, sekitar 500 penumpang yang dites negatif virus corona telah diperbolehkan turun di pelabuhan Yokohama.

Advertisement

(Baca: Tiga WNI Kru Kapal Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona)

Hingga Kamis (20/2), jumlah kematian akibat infeksi virus corona menjadi 2.120 dari seluruh dunia. Adapun jumlah kasus yang terkonfirmasi positif corona sebanyak 76.262. Sebagian besar kasus terjadi di provinsi Hubei, Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok mengumumkan penurunan drastis kasus baru di jantung wabah virus corona sebanyak 349 di provinsi Hubei. Angka tersebut turun dari 1.693 pada hari sebelumnya, sekaligus merupakan yang terendah sejak 25 Januari.

Tak hanya itu, peningkatan jumlah korban meninggal yang mencapai 108 pada Rabu kemarin, juga lebih rendah dibandingkan 132 korban sebagaimana yang dilaporkan sehari sebelumnya.

(Baca: Ancaman Resesi Mengintai Negara-negara Maju di Balik Virus Corona)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait