Ekspor Benih Lobster Diprotes, Menteri Edhy: Saya Tidak Akan Mundur

Menteri Edhy menyatakan sekitar 29 aturan akan dibenahi untuk membuka akses ekspor benih lobster.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
18 Desember 2019, 12:16
ekspor benih lobster, Menteri Edhy, KKP
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kanan) berbincang dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kedua kanan), Menteri KKP Edhy Prabowo (kedua kiri) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan tak akan mundur dalam rencana membuka keran ekspor benih lobster meski menuai protes. Untuk memuluskan langkahnya, Edhy menyiapkan beberapa aturan terkait ekspor benih lobster.

Edhy menilai rencana membuka ekspor akan membantu kehidupan para nelayan. "Saya tidak akan pernah mundur, karena yang saya perjuangkan adalah keberlanjutan nelayan kita, lingkungan kita dan alam kita," kata Edhy di Jakarta, Rabu (18/12).

(Baca: Sanggah Menteri Edhy, Pengamat: Produksi Lobster Masih Andalkan Alam)

Edhy menyatakan sekitar 29 aturan akan dibenahi untuk membuka akses ekspor benih lobster. Kebijakan politikus Partai Gerindra itu mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. "Tunggu waktu yah," kataEdhy.

Jokowi menyatakan kebijakan ekspor benih lobster harus dilihat dari efek kemanfaatannya. Namun juga harus memperhatikan dampak lingkungan.

“Keseimbangan itu paling penting, bukan hanya bilang jangan ekspor. Tetapi jangan juga semua diekspor, enggak benar,” kata Jokowi, Selasa (17/12).

Sebaliknya nelayan menganggap kebijakan ekspor benih lobster dapat mengganggu habitat dan membuat stok lobster di dalam negeri menipis. Perwakilan nelayan dari Lombok, Amin Abdullah, berharap pemerintah memaksimalkan budi daya lobster di dalam negeri.

(Baca: Dikritik Susi, Jokowi Bela Kebijakan Ekspor Benih Lobster)

Dia berharap pemerintah membantu pemanfaatan teknologi dan peningkatan pengetahuan sumber daya manusia dalam budidaya lobster. Amin mengatakan teknologi budi daya lobster di Indonesia masih kalah saing dengan Vietnam. Akibatnya, Vietnam bisa menjadi penghasil lobster dunia. "Padahal sumber benih lobster melimpah," ujar Amin.

Peneliti ekonomi kelautan Suhana menolak rencana pemerintah untuk kembali membuka ekspor benih lobster ke Vietnam karena akan mengancam habitat lobster dalam negeri. Keran ekspor dibuka dengan alasan dapat menekan angka penyelundupan lobster, juga dinilai tidak tepat.

"Itu kekeliruan yang sangat besar karena cara memandangnya lobster itu merupakan hewan yang harus dilindungi oleh negara gitu. Jadi bukan negara kalah sama penyelundup," kata dia.

(Baca: Nelayan Khawatir Stok Dalam Negeri Menipis jika Benih Lobster Diekspor)

Mengutip data Food Agriculture Organization (FAO), dalam periode 2010-2017 produksi lobster dunia rata-rata tumbuh 2,30% per tahun. Produksi lobster dunia pada 2017 mencapai 322.066 ton, dengan rincian sebanyak 319.996 ton bersumber dari perikanan tangkap dan 2.070 ton dari perikanan budidaya.

Masih minimnya lobster dari perikanan budidaya, Suhana pun mendorong pemerintah mengembangkan teknologi untuk meningkatkan jumlah lobster. Nilai keekonomian lobster dewasa lebih tinggi dari pada benih lobster.

(Baca: Kurangi Penyelundupan, Luhut Dukung Edhy Prabowo Ekspor Benih Lobster)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait