Berbeda dengan Jokowi, Ma'ruf Amin Pilih Generasi Tua Jadi Staf Khusus

Ma'ruf Amin memilih 8 para staf khusus yang berlatar belakang Islam dan profesional.
Dimas Jarot Bayu
25 November 2019, 15:52
Ma'ruf Amin, staf khusus, generasi tua
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (21/11/2019). Ma'ruf Amin mengangkat 8 staf khusus dari kalangan tokoh senior.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menunjuk delapan staf khusus yang akan membantunya bekerja mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dari delapan nama tersebut, tak ada sosok muda seperti staf khusus yang diangkat Jokowi.

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi mengatakan, Ma'ruf tak merekrut staf khusus dari kalangan muda atau milenial karena ingin menjaring sosok-sosok dari elemen lain di masyarakat.

"Yang penting dari berbagai komponen kemasyarakatan lengkap, dari berbagai lapisan sosial ya," kata Masduki di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (25/11).

(Baca: Ma'ruf Amin Tunjuk 8 Staf Khusus, Ada Mantan Menteri dan Pengurus NU)

Advertisement

Masduki lantas berkelakar bahwa Ma'ruf merekrut dari kalangan generasi tua. Sementara Jokowi mengangkat tujuh dari 14 staf khusus yang berusia 23-36 tahun.

Sembari berkelakar, Masduki menyebut Ma'ruf bagian dari generasi tua yang disebutnya kolonial. "Rupa-rupanya karena kiai (Ma'ruf) ini dari generasi kolonial, ya banyak (staf khusus) yang kolonial lah. Milenial atau kolonial, saya kira sama lah," kata Masduki.

Para staf khusus Ma'ruf kebanyakan memiliki latar belakang organisasi Islam. Di antaranya, Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokrasi Mohammad Nasir. Selain pernah menjabat sebagai Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Nasir juga diketahui memiliki latar belakang Nahdlatul Ulama (NU).

(Baca: Staf Khusus Milenial Jokowi Dinilai Tak Punya Peran Penting di Istana)

Ada pula Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga Robikin Emhas dan Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Muhammad Imam Aziz. Robikin diketahui menjabat sebagai Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sementara, Imam menjabat sebagai Ketua PBNU.

Lebih lanjut, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim diketahui juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Tak ketinggalan, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi yang juga menjabat sebagai Wasekjen PBNU.

Selain terkait dengan latar belakang organisasi Islam, Masduki mengatakan pemilihan para staf khusus berdasarkan latar belakang profesional para pembantunya tersebut. "Kalau semata-mata dia mempunyai latar belakang organisasi Islam saja, saya kira tidak akan diterima oleh Wapres. Tapi harus dihitung yang lain," kata Masduki.

(Baca: Daftar 14 Staf Khusus Jokowi, 10 Wajah Baru dan 4 Nama Lama)

Berikut rincian nama para staf khusus tersebut:

1. Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokrasi Mohammad Nasir
2. Staf Khusus Wapres Bidang Hukum Satya Arinanta
3. Staf khusus Wapres Bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah S Latief
4. Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim
5. Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah
6. Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Muhammad Imam Aziz
7. Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga Robikin Emhas
8. Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait