Pembahasan Alot, Sidang Pemilihan Pimpinan MPR Digelar Rabu Pagi

Pembahasan pimpinan MPR yang masih alot membuat agenda ini digeser menjadi Rabu (2/10).
Dimas Jarot Bayu
2 Oktober 2019, 04:28
pimpinan MPR
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Suasana pelantikan pimpinan DPR RI di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (1/10).

Sidang paripurna untuk menentukan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bakal digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/10) pagi. Pembahasan pimpinan MPR yang masih alot membuat agenda ini digeser berdasarkan hasil rapat konsultasi dengan fraksi-fraksi di DPR dan DPD yang diselenggarakan pada Selasa (1/10).

"Besok (Rabu) pukul 10.00 WIB. Kalau memang tidak ada kendala yang terlalu force majeur sifatnya," kata Wakil Ketua sementara MPR Hillary Brigitta Lasut, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/10) malam.

(Baca: Pidato Perdana Sebagai Ketua DPR, Puan: Kami Tidak Antikritik)

Hillary mengatakan, setiap fraksi dalam sidang paripurna akan diminta menyampaikan nama-nama yang diajukan sebagai pimpinan MPR. Menurut Hillary, sudah ada lima fraksi di DPR yang mengajukan nama calon pimpinan MPR saat ini.

Lima fraksi yang mengajukan pimpinan MPR di antaranya PDIP mengusung Ahmad Basarah, Golkar berpeluang mengusung Bambang Soesatyo, Partai Gerindra mengusulkan Ahmad Muzani. NasDem mengajukan Lestari Moerdijat, PKB kembali mengusung Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. 

Sementara, empat fraksi lainnya belum memberikan nama calon tersebut. Adapun, DPD sudah menyampaikan empat nama calon pimpinan MPR.

(Baca: Menang Voting, La Nyalla Terpilih Sebagai Ketua DPD Periode 2019-2024)

Hanya saja, Hillary enggan menyampaikan hal tersebut. "Saya tidak layak untuk sampaikan sekarang karena belum disahkan," kata Hillary.

Berbeda dengan MPR, DPR dan DPD sudah menentukan para pimpinannya pada Selasa (1/10). Posisi Ketua DPR diisi oleh Puan Maharani. Puan mendapatkan posisi tersebut karena PDIP merupakan partai pemenang Pileg 2019.

Sementara, posisi Wakil Ketua DPR diisi oleh Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, Rahmat Gobel, dan Muhaimin Iskandar. Keempatnya secara berurutan berasal dari Golkar, Gerindra, Nasdem, dan PKB.

Ada pun, posisi Ketua DPD diisi oleh La Nyalla Mattaliti. La Nyalla dipilih sebagai Ketua DPD setelah memenangkan voting yang dilakukan oleh para senator.

La Nyalla memperoleh suara terbanyak melawan tiga senator lainnya, yakni Sultan Bachtiar, Mahyudin, dan Nono Sampono. Dari 134 anggota DPD yang hadir, sebanyak 47 orang memilih La Nyalla.

Sementara, Sultan memperoleh 18 suara, Mahyudin meraih 28 suara, dan Nono mendapatkan 40 suara. Adapun, satu anggota DPD menyatakan abstain. Dengan kemenangan La Nyalla, maka ketiga senator lainnya secara otomatis menjadi Wakil Ketua DPD.

(Baca: PKB Ajukan Muhaimin Iskandar, Formasi Pimpinan DPR 2019-2024 Lengkap)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait