Menteri Bambang Sebut Ibu Kota Baru Minim Risiko Kebakaran Hutan

Bambang menyebut titik panas atau hotspot tidak terdapat di wilayah ibu kota baru
Image title
16 September 2019, 20:43
ibu kotra baru, kebakaran hutan
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut wilayah ibu kota baru minim dari risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ibu kota baru yang akan pindah ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara bukan kawasan yang mudah terbakar.

"Kami sudah mengecek bukan yang mengandung gambut ataupun yang mudah terbakar seperti tambang batu bara," kata Bambang di kantornya, Jakarta, Senin (16/9).

Bambang lebih lanjut menyatakan titik panas tidak terdapat di wilayah ibu kota baru. Sebab, daerah tersebut merupakan hutan tanaman industri. "Selama belum ada laporan apa-apa berarti kondisi di sana baik-baik saja," kata dia.

(Baca: Kemenkeu Jelaskan Aset yang Potensial Dijual untuk Danai Ibu Kota Baru)

Mengenai potensi terpapar asap kebakaran, Bambang menilai sebagai hal yang lumrah. Salah satu contoh, Singapura ikut terpapar asap meskipun kebakaran bukan berasal dari tanah Negeri Singa tersebut. Singapura seperti halnya Malaysia, terpapar asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kabut asap yang mengganggu kesehatan manusia.  Aktivitas penerbangan pun terganggu akibat asap kebakaran. Bahkan, asap di Sampit, Kalimantan Tengah, saat ini lebih parah dibandingkan Riau.

(Baca: Menteri Budi: Kebakaran Hutan Sumatera-Kalimantan Ganggu Penerbangan)

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait