Tahap Awal Bangun Ibu Kota Baru, Istana Presiden dan Masjid di Penajam

Distrik pemerintahan itu meliputi istana presiden, kantor kementerian, gedung parlemen, dan apartemen untuk hunian para pegawai negeri.
Yura Syahrul
Oleh Yura Syahrul
29 Agustus 2019, 19:03
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Raja Malaysia Sri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agong XVI, Sultan Abdullah Ri\'ayatauddin Al Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta\'in Billah memeriksa pasukan saat upacara kenegaraan di
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Raja Malaysia Sri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agong XVI, Sultan Abdullah Ri\'ayatauddin Al Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta\'in Billah memeriksa pasukan saat upacara kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/8/2019).

Presiden Joko Widodo sudah memutuskan lokasi ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tahap awal pemindahan ibu kota baru tersebut ditargetkan terlaksana pada awal tahun 2024. Istana Presiden dan masjid akan menjadi bangunan pertama pemerintahan yang akan berdiri di Penajam Paser Utara.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembangunan dan pemindahan ibu kota akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembangunan lahan seluas 6.000 hektare (ha) di Penajam Paser. Di sana akan dibangun distrik pemerintahan, yang diharapkan sudah rampung tahun 2024 mendatang.

Distrik pemerintahan itu meliputi istana presiden, kantor kementerian, gedung parlemen, dan apartemen untuk hunian para pegawai negeri. "Ibu kota baru ini mengembangkan hunian vertikal, bukan landed house," kata Bambang dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Kamis (29/8) siang.

(Baca juga: Jokowi Beberkan Lima Alasan Ibu Kota Pindah ke Kaltim)

Yang menarik, menurut dia, bangunan yang paling awal berdiri di ibu kota baru itu adalah istana presiden dan masjid. "Perdana Menteri Malaysia pernah cerita ke Presiden (Jokowi), istana dan masjid yang pertama kali ada di ibu kota baru Malaysia (Putrajaya)," kata Bambang.

Selanjutnya, tahap kedua adalah pembangunan berbagai sarana pendukung aktivitas ibu kota baru tersebut. Lokasinya di Kabupaten Kutai dengan luas lahan 40 ribu ha. Lahan tersebut juga meliputi kawasan Bukit Soeharto. "Sengaja dimasukkan biar pemerintah pusat lebih mudah melakukan rehabilitasi dan reforestrasi kawasan tersebut," ujarnya.

Bambang menambahkan, pembangunan ibu kota baru itu menganut konsep smart, green, beautiful, dan sustainable. "Jadi konsepnya 'green'," katanya.

Sebelumnya, Bambang pernah mengatakan, pembangunan konstruksi ibu kota baru ditargetkan mulai berjalan pada akhir 2020. Sedangkan proses pemindahan pemerintahan mulai dilakukan empat tahun kemudian.

Pada Senin lalu (26/8), Jokowi telah mengumumkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia. Ada lima alasan pemilihan wilayah tersebut. Pertama, minimnya risiko bencana alam yang akan melanda ibu kota baru, yaitu banjir, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, gempa bumi, hingga tanah longsor.

Kedua, lokasinya strategis di tengah Indonesia. Ketiga, dekat dengan dua kota yang telah ada dan terus berkembang yakni Balikpapan dan Samarinda. Keempat, infrastruktur Kalimantan Timur yang relatif lengkap. Kelima, sudah tersedia lahan dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektare.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait