BMKG: Gelombang Tinggi 6 Meter Potensi Hantam Selatan Jawa Timur

Peningkatan gelombang tinggi terjadi karena terdapat pusat tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik Timur Filipina.
Image title
Oleh Antara
20 Agustus 2019, 14:40
gelombang tinggi, laut, bmkg
ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA
Ilustrasi. Sejumlah anak bermain di antara ombak di pantai Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (13/8/2019). BMKG memberikan peringatan gelombang laut setinggi 6 meter di selatan Jawa,

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang laut dengan ketinggian empat hingga mencapai enam meter berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur. Gelombang tinggi tersebut diprediksi bakal terjadi hingga dua hari ke depan.

Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana menyatakan, gelombang setinggi enam meter juga berpeluang terjadi di perairan selatan Pulau Enggano dan Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai.

"Peningkatan gelombang tinggi terjadi karena terdapat pusat tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik Timur Filipina," kata Taufan di Jakarta, Selasa (20/8) seperti dilansir Antara.

(Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan)

Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 4-25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai hingga Aru, Perairan Fakfak-Kaimana dan Laut Arafuru.

Gelombang dengan ketinggian 2,5 meter hingga empat meter berpotensi terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simelue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu-Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias.

Serta di Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Perairan Selatan Pulau Sawu hingga Pulau Rotte, Laut Sawu bagian selatan dan Laut Timor Selatan NTT.

Juga di Samudera Hindia Selatan Bali Hingga NTT, Perairan Timur Kepulauan Wakatobi, Laut Banda, Perairan Selatan Ambon, Perairan Selatan Kepulauan Letti hingga Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Kai hingga Aru, Perairan Fakfak-Kaimana, Laut Seram bagian timur, Laut Arafuru, dan Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud.

(Baca: BMKG: Titik Panas Kebakaran Hutan Kalimantan Barat Capai 1.124)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait