Wiranto Laporkan 6 Provinsi Rawan Kebakaran Hutan Tahun Ini

Pemerintah bersiap menghadapi puncak kemarau pada Agustus dan September.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
6 Agustus 2019, 18:25
kebakaran hutan
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Tampilan foto udara Sungai Kahayan yang diselimuti kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (26/7/2019).

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto melaporkan sebanyak enam dari 18 provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan dalam status siaga darurat. Keenam provinsi tersebut yakni Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jambi.

Wiranto menyampaikan laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. "Beberapa daerah kualitas udara menurun dalam kategori sedang namun belum mengganggu kehidupan masyarakat," katanya di Istana Negara, Selasa (8/6).

(Baca: MA Tolak Kasasi Jokowi Lawan Gugatan Warga di Kasus Kebakaran Hutan)

Pemerintah bersiap menghadapi puncak kemarau pada Agustus dan September. Contohnya, deteksi titik panas serta peningkatan aksi petugas untuk sarana yang tepat dan memadai. Sosialisasi penegakan hukum untuk oknum korporasi atau perorangan kebakaran hutan dan lahan.

Jumlah titik panas tahun ini naik 69% dibandingkan 2018. Meski begitu, ada penurunan sebesar 81,65% sebanyak 4.337 titik panas dari periode Januari-Juli 2015. "Upaya pencegahan lebih utama dibanding penanggulangan," ujarnya.

Wiranto menyatakan sinergi antara kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah jadi penting untuk penggunaan anggaran yang tepat di daerah rawan.

Pihaknya akan mengarahkan anggaran untuk sosialisasi kepada masyarakat serta mengatasi kendala kesulitan daerah titik panas. Selain itu, akan dilakukan edukasi mengganti cara bercocok tanam petani tradisional yang yang melakukan pembakaran lahan dengan teknologi modern.

(Baca: Jokowi Meminta Para Menteri Mengantisipasi Kekeringan)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait