Jelang Pembubaran TKN, Jokowi: Belum Ada Penambahan Koalisi

Jokowi menyatakan kekuatan koalisi saat ini yang terdiri dari lima partai politik memiliki kekuatan yang cukup di DPR.
Image title
26 Juli 2019, 18:04
Jokowi, penambahan koalisi, TKN bubar
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma\'ruf Amin (kanan) melambaikan tangan sebelum berangkat menuju Bandara Halim Perdanakusuma untuk memberikan keterangan pers terkait sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Jokowi mengatakan hingga kini belum ada pembicaraan mengenai penambahan anggota koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kami partai-partai pendukung belum pernah berkumpul berbicara mengenai koalisi," kata Jokowi kepada wartawan sebelum acara pembubaran TKN di sebuah restoran di Menteng, Jakarta, Jumat (26/7).

(Baca: TKN Jokowi-Ma’ruf Dibubarkan Sore Ini)

Dia menegaskan, hingga kini belum akan ada penambahan koalisi. Wacana penambahan koalisi menguat setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri pada Rabu lalu bertemu.

"Penambahan koalisi belum," kata Jokowi yang mengenakan pakaian khasnya yakni kemeja putih lengan panjang disertai celana bahan hitam panjang.

Jokowi juga menyatakan kekuatan koalisi saat ini yang terdiri dari lima partai politik memiliki kekuatan yang cukup di DPR. Kelima partai politik yakni PDI-P, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem menguasai sekitar 60% kursi di DPR. "Kalau ditanya kekuatan sudah cukup, saya jawab sudah cukup," kata Jokowi.

(Baca: Peneliti: Tim Jokowi-Maruf dapat Tawarkan Tiga Opsi untuk Gerindra)

Mantan Wali Kota Surakarta itu menjelaskan dirinya beserta jajaran koalisi pendukungnya itu pada hari ini hanya akan membubarkan TKN yang selama ini mendorongnya maju dalam konstelasi Pemilihan Presiden 2019 lalu.

Lebih lanjut, dirinya pun membantah jika isu yang menyebutkan jika gerbong koalisinya itu telah terjadi keretakan pascapertemuan Prabowo dengan Megawati. Sebelum pertemuan Prabowo-Megawati, Ketua Umum NasDem mengundang empat pimpinan parpol bertemu membahas kemungkinan masuknya Gerindra di tubuh koalisi Jokowi-Ma'ruf.

"Koalisi tetap rukun rukun saja, lebih solid dari yang sebelumnya," katanya.

Ia pun mengomentari pertemuan Prabowo dengan Mega merupakan pertemuan dua sahabat baik yang lama tidak bersua. Tak hanya pertemuan Prabowo - Mega, pertemuan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh juga tak luput dari perhatiannya.

"Kalau pak Prabowo dan Bu Mega ketemu ya biasa kan? Pak Surya Paloh dan Pak Anies juga biasa, apa sih, biasa," kata dia.

(Baca: Usai Bertemu 4 Parpol, Surya Paloh Bahas Pilpres 2024 dengan Anies)

Advertisement
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait