Setelah Bertemu Ketum PAN, Jokowi Undang AHY ke Istana Negara

Jokowi dan AHY bertemu secara khusus di Istana Merdeka, Kamis sore ini.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
2 Mei 2019, 15:57
Jokowi bertemu AHY
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5) sore. Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, AHY tiba di istana sekitar pukul 15.45 WIB. 

AHY hadir dengan ditemani ajudan dengan mengendarai Toyota dengan nomor plat  B 2024 AHY. Ketika tiba di istana, AHY masih belum memberikan komentar.  

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati menyatakan pertemuan akan dilaksanakan secara empat mata antara Jokowi dan AHY. "Iya betul. Rencananya memang demikian," kata Adita saat dihubungi Katadata.

Pertemuan dengan AHY berlangsung setelah sebelumnya Jokowi berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/4). Perbincangan antaran Jokowi dan Zulkifli dilakukan setelah melantik Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

(Baca: DPP PAN: Komitmen PAN dengan Prabowo Hanya Sampai Pilpres 2019)

Dalam perbincangan tersebut, hadir pula Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. Perbincangan Jokowi dengan Zulkifli, Surya, dan Hasto berjalan santai dan akrab. Meski demikian, sesekali mereka memperlihatkan raut muka serius ketika berbincang.

Ketika ditanya wartawan, Zulkifli mengatakan salah satu yang dibahas dalam perbincangan tersebut terkait Pemilu 2019. Menurutnya, durasi Pemilu 2019 terlalu lama lantaran dilakukan sekitar delapan bulan, hal ini dianggapnya menghabiskan terlalu banyak tenaga dan waktu.

Oleh karena itu, Zulkifli menyarankan perlu adanya revisi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu agar pelaksanaan pesta demokrasi bisa dipersingkat. "Pemilu itu ya idealnya 1,5 bulan. Masak berantem disuruh Undang-Undang sampai delapan bulan," seloroh Zulkifli.

(Baca: Berbincang dengan Jokowi, Elite Politik Keluhkan Durasi Pemilu 2019)

Kendati, pertemuan antara Jokowi dan Zulkifli itu ditafsirkan berbeda oleh Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan. Menurut Bara, ada peluang partainya berubah arah dukungan setelah pertemuan tersebut.

"Yang jelas kita kan akan melihat posisi kita lagi ya. Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kita lihat nanti ke depannya bagaimana," kata Bara di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/4).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyebut dalam pertemuan tersebut Zulkifli melobi Jokowi untuk bisa mendapatkan jatah pimpinan DPR atau MPR. Hal tersebut sebagai syarat PAN masuk ke dalam koalisi pemerintah.

"Dari informasi yang saya peroleh, ketika pertemuan di Istana itu ada permintaan kepada Pak Jokowi agar PAN mendapatkan bagian pimpinan DPR atau MPR," ujar Karding dalam pesan singkat, Selasa (30/4).

(Baca: Pidato AHY Dinilai Buka Peluang Demokrat untuk Dekati Jokowi)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait