Usut Kasus Suap, KPK Geledah Kantor Menteri Perdagangan Enggartiasto

KPK menindaklanjuti keterangan pengacara Bowo Sidik mengenai sumber uang gratifikasi berasal dari Menteri Perdagangan.
Image title
Oleh Antara
29 April 2019, 14:40
KPK geledah menteri perdagangan
Arief Kamaludin|KATADATA
KPK menggeledah kantor Menteri Perdagangan Enggartiasto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, hari ini. Penggeledahan dilakukan sebagai bagian penyidikan dugaan penerimaan gratifikasi dengan tersangka anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP).

"Sebagai bagian dari proses penyidikan perkara dugaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dengan tersangka BSP, KPK melakukan kegiatan penggeledahan di kantor Kementerian Perdagangan di ruang Menteri Perdagangan sejak pagi ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (29/4) seperti dikuti Antara.

Febri menyatakan penggeledahan di ruang kerja Mendag tersebut masih berlangsung sampai saat ini.  (Baca: Ekonom Usul Jokowi Reshuffle Sejumlah Menteri Ekonomi)

Dalam kasus suap yang menyeret Bowo, KPK telah menetapkan dua tersangka lainnya yakni Indung (IND) dari unsur swasta, dan Marketing Manager PT HTK Asty Winasti (AWI).

Perkembangan kasus suap ini mengarah kepada Menteri Enggar setelah pengakuan pengacara Bowo bahwa kliennya memperoleh uang dari salah satu menteri di pemerintahan Joko Widodo. KPK mengamankan 400 ribu amplop milik Bowo Sidik yang rencana diberikan dalam "serangan fajar" pada Pemilu 2019.

"Sumber uang yang memenuhi Rp8 miliar yang ada di amplop tersebut sudah dari salah satu menteri yang sekarang lagi menteri di kabinet ini," ucap Edward usai menemani Bowo yang diperiksa di gedung KPK, Jakarta beberapa waktu lalu.

(Baca: Terseret Kasus Suap Bowo Sidik, Mendag Akan Diperiksa KPK)

KPK mengamankan 82 kardus dan dua boks kontainer yang berisikan sekitar 400 ribu amplop berisi uang yang diduga dipersiapkan oleh Bowo tersebut. Dari 82 kardus dan dua boks kontainer itu, terdapat uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yan telah dimasukan dalam amplop-amplop tersebut.

Uang tersebut diduga terkait pencalonan Bowo sebagai anggota DPR RI di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak.

Selain itu, Bowo Sidik juga mengaku diperintahkan secara langsung oleh Nusron Wahid untuk menyiapkan 400 ribu amplop untuk digunakan dalam "serangan fajar" itu.

(Baca: Menteri Perdagangan Bantah Suap Bowo dengan Alasan Beda Partai)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait