Menjajal MRT, Jokowi Sebut Simbol Peradaban Baru Jakarta

Jokowi menyatakan penggunaan MRT adalah peradaban baru untuk masyarakat.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
19 Maret 2019, 19:08
No image
Moda raya terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta resmi memulai operasional terbatas dalam rangka uji coba publik pada hari ini, Selasa (12/3/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para menteri Kabinet Kerja uji coba Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta untuk rute Bundaran HI - Lebak Bulus dan sebaliknya. Masyarakat pun berbondong datang untuk mengabadikan para pemimpin negara dalam moda transportasi terbaru Jakarta. 

Jokowi dan para menteri tiba di stasiun Bundaran HI sekitar pukul 11.55 untuk naik MRT arah stasiun Lebak Bulus. Dia juga ditemani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Presiden Joko Widodo mencoba MRT
Presiden Joko Widodo dan Gubernur Anies Baswedan saat menjajal MRT, Selasa (19/3).  (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)

 

Tampak pula beberapa menteri, di antaranya Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

(Baca: Pemerintah Bakal Umumkan Tarif MRT Jakarta Pekan Ini)

Jokowi menyatakan penggunaan MRT adalah peradaban baru untuk masyarakat. "Kami harap, ke depan, penggunaan mobil pribadi atau sepeda motor mulai beralih kepada MRT yang sangat nyaman, misalnya beberapa orang mau makan di Senayan, dari HI. Cukup 10 menit nanti kembali ke kantor lebih cepat," katanya dalam perjalanan MRT, Jakarta, Selasa (19/3).

Perjalanan bawah tanah MRT berlangsung dari Bundaran HI sampai Senayan, melewati Dukuh Atas, Setiabudi, Benhil, Istora. MRT pun beranjak melaju ke jalan layang dengan pemandangan Masjid Al-Azhar, terus melalui Sisingamaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, sampai stasiun terakhir Lebak Bulus.

Uji coba MRT
Masyarakat berpose di gerbong MRT . (Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA)

 

Dalam MRT berkapasitas enam gerbong, Jokowi masuk ke dalam gerbong kelima. Dia juga sempat menyapa orang-orang yang ikut naik MRT di gerbong ke-4 dan juga gerbong ke-6. Masyarakat pun berebutan untuk mengambil foto dan video. 

(Baca: Antusias Warga Mencoba Transportasi Baru Jakarta: Kereta MRT)

Jokowi menyatakan bakal segera membangun MRT fase kedua, rute Bundaran HI sampai Kampung Bandan-jalur utara-selatan. Terdapat tujuh stasiun antara kedua titik, yaitu Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Rencananya, rutenya melalui jalan bawah tanah.

Kemudian, fase ketiga juga akan segera menyusul, yaitu pembangunan jalur MRT akan berlaku dari Balaraja sampai Cikarang. Oleh karena itu, Jokowi berharap percepatan integrasi transportasi massal di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). "Kami putuskan dalam jangka 10 tahun harus bisa selesai yang nilai investasinya kurang lebih Rp 571 triliun," ujarnya.

Uji coba MRT
Uji coba MRT (Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA)

 

Masyarakat pun menyambut presiden dan para pejabat negara di Stasiun Lebak Bulus. Bahkan, orang-orang yang ikut Jokowi dari Bundaran HI ingin dapat kesempatan kembali lagi bersama. Namun, uji coba saat kembali Jokowi dalam gerbong yang sudah lebih kondusif.

Sri Mulyani menyatakan sudah dua kali mencoba MRT. Dia menuturkan masyarakat memberikan apresiasi serta pemanfaatan infrastruktur baru sebagai aktivitas. Sehingga, dia berharap pemerintah bisa meyakinkan kualitas transportasi Indonesia sudah lebih baik.

(Baca: Menjajal 29 Menit MRT dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus)

Alasannya, kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi umum bakal membuat penggunaan kendaraan pribadi semakin berkurang. "Itu namanya transformasi, sikap dari masyarakat kota-kota besar sekarang lebih membutuhkan transportasi yang bisa diandalkan," ujar Sri Mulyani.

Sementara itu, Rudiantara membandingkan kualitas MRT Indonesia sama seperti MRT di Jepang dan Singapura. Apalagi, kecepatan dan ketepatan waktu sudah sesuai jadwal. Namun, dia menyayangkan kesulitan sinyal ketika MRT berada di bawah tanah. Sebab, operator yang bekerja sama hanya MRT.

Dia berharap MRT juga bisa memberikan kesempatan kepada operator telekomunikasi lain secara business to business. "Kalau bisa sih, namanya untuk pelayanan publik tidak harus komersial sekali dalam penunjukkan pihak ketiga," kata Rudiantara.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait