Selain Pemimpin Dunia, Pidato Game of Thrones untuk Sindir Elite Lokal

Jokowi mengingatkan perlombaan dan rivalitas politik tidak boleh saling menjatuhkan dan menimbulkan kebencian serta fitnah.
Ameidyo Daud Nasution
15 Oktober 2018, 14:26
jokowi
Katadata | Arief Kamaludin
Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo  (Jokowi) mengatakan pidato yang menyinggung Game of Thrones (GoT) bukan hanya ditujukan kepada para pemimpin dunia, namun juga kepada para elite dan pemimpin politik dalam negeri. Jokowi menyampaikan pidato yang mengibaratkan persoalan dunia dengan serial film yang populer itu, saat acara pertemuan tahunan dana moneter internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Dalam pidatonya itu, Jokowi memulai dengan mengapresiasi kinerja para pemimpin ekonomi sehingga dunia lolos dari ancaman krisis 2008.  Namun, saat ini hubungan antara negara retak dan penuh pergulatan layaknya serial Game of Thrones.

Di pengujung pidato dia mengingatkan bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan, bukan hanya bagi yang kalah namun juga, yang menang.

"Tepat disampaikan kepada pemimpin dan elite yang memperjuangkan kepentingannya," kata Jokowi di Universitas Kristen Indonesia, Senin (15/10).

Advertisement

(Baca juga:  Pidato Lengkap Jokowi yang Menyedot Perhatian di Sidang IMF-Bank Dunia)

Jokowi mengingatkan perlombaan dan rivalitas politik tidak boleh saling menjatuhkan dan menimbulkan kebencian serta fitnah. Selain itu fondasi sosial dan politik yaitu keamanan dan toleran juga tidak boleh dikorbankan.

"Rakyat harus merayakan kontestasi dengan kegembiraan," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pertarungan politik dapat dilakukan dengan menggunakan narasi serta ide-ide yang sejuk dan berkemajuan untuk mencapai Indonesia yang maju. Presiden mengatakan dengan kematangan seperti itu maka semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika dapat diperkokoh.

"Saya ingin menyadarkan bapak dan ibu semua," kata dia. 

Jokowi mengulang penjelasannya di Bali dengan mengatakan ekonomi dan politik dunia saat ini diwarnai persaingan negara besar. Hal ini membuat penderitaan bagi negara pemenang maupun negara yang kalah.

"Mereka tak sadar ancaman yang lebih besar seperti perubahan iklim, terorisme, dan menurunnya ekonomi global," ujar Presiden.

(Baca juga: Koreksi Pertumbuhan, IMF Sebut Ekonomi Dunia Belum Cukup Kuat)

Berikut cuplikan pidato Jokowi dalam pertemuan IMF-Bank Dunia:

Para hadirin yang berbahagia,

Tahun depan kita akan menyaksikan season terakhir dari serial “Game of Thrones”. Saya bisa perkirakan bagaimana akhir ceritanya.

Saya yakin ceritanya akan berakhir dengan pesan moral. Bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan, bukan hanya bagi yang kalah namun juga, yang menang.

Ketika kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi, barulah kemudian kedua-duanya sadar bahwa kemenangan maupun kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama yaitu dunia yang porak poranda. Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam.

Saya ingin menegaskan bahwa saat ini kita masuk pada “Season Terakhir” dari pertarungan ekspansi ekonomi global yang penuh rivalitas dan persaingan. Bisa jadi situasinya lebih genting dibanding krisis finansial global sepuluh tahun yang lalu.

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait