Evakuasi Korban Tsunami Palu Dihentikan Dua Hari Lagi

BNPB menyatakan masa tanggap darurat akan diperpanjang 14 hari.
Dimas Jarot Bayu
9 Oktober 2018, 18:36
Gempa Palu
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menghentikan evakuasi atau pencarian korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak dilanjutkan setelah Kamis (11/10). Alasannya, korban dapat dipastikan meninggal dunia jika pada tenggat 14 hari masa pencarian tersebut belum berhasil ditemukan.

Jika pun para korban berhasil ditemukan, mereka akan sulit diidentifikasi. Lebih lanjut, jenazah korban dikhawatirkan akan menebar bibit penyakit kepada tim evakuasi.

"Kondisi jenazah korban sudah melepuh, tidak dikenali, dan dapat menimbulkan penyakit," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Selasa (9/10).

(Baca juga: Sembilan Negara Beri Bantuan Rp 236 Miliar untuk Gempa Sulteng)

Advertisement

Meski demikian, Sutopo menyatakan masa tanggap darurat kemungkinan akan diperpanjang 14 hari. Dengan begitu, pelayanan terhadap para korban selamat akan tetap berlanjut.

Pemulihan ekonomi, perbaikan infrastruktur, serta penanganan bantuan luar negeri juga akan tetap berjalan. Ada pun, wilayah yang dihentikan proses evakuasinya akan dijadikan sebagai lokasi perkuburan massal dan monumen peringatan.

Hal ini sebagaimana usul dari para tokoh agama setempat. "Pastinya menunggu rapat koordinasi yang akan dilaksanakan 10 Oktober," kata Sutopo.

(Baca juga: 10 Hari Pasca Gempa Sulteng, Korban Meninggal Capai 1,948 Orang)

Hingga H+11 ini, jumlah korban tercatat terus bertambah. Sutopo memaparkan, korban meninggal dunia hingga Selasa (9/10) pukul 13.00 WIB mencapai 2.010 orang.

Rinciannya, korban meninggal dunia di Palu sebanyak 1.601 orang, Donggala 171 orang, Sigi 222 orang, Parigi 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Sementara, korba luka mencapai 10.679 orang dengan rincian 2.549 luka berat dan 8.130 luka ringan.

Jumlah korban hilang hingga saat ini mencapai 671 orang. Ada pun, jumlah pengungsi mencapai 82.775 orang. Rinciannya, sebanyak 7.444 tersebar di 112 titik di Sulteng dan 8.731 lainnya berada di luar Sulteng.

"Dari pengungsi sebaran terbanyak di Palu," kata dia.

Lebih lanjut, data rumah yang rusak akibat bencana di Sulteng sebanyak 6.731 unit. Kemudian, fasilitas peribadatan yang rusak 99 unit dan fasilitas kesehatan 22 unit.

Pemerintah sampai saat ini terus memprioritaskan lima hal dalam penanganan bencana di Sulteng. Kelimanya, yakni evakuasi dan pencarian korban, penanganan medis dan jenazah, bantuan logistik dan ekonomi. Kemudian, pembangunan infrastruktur termasuk membuat hunian sementara dan penanganan darurat.

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait