Merujuk Laporan Asia Sentinel, KPK Didesak Selesaikan Kasus Century

Laporan dari Asia Sentinel dianggap dapat menjadi momentum KPK menyelesaikan kasus Century.
Dimas Jarot Bayu
19 September 2018, 18:17
KPK
ARIEF KAMALUDIN I KATADATA
Ilustrasi gedung KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk segera menyelesaikan kasus korupsi Bank Century. Putri eks Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya, Nadia Mulya, menilai banyak hal yang perlu disoroti lebih lanjut.

Salah satunya dari laporan media asal Hong Kong, Asia Sentinel yang mempublikasikan skandal Bank Century. Menurut Nadia, laporan tersebut merupakan pukulan telak bagi KPK yang belum selesai mengusut kasus tersebut.

Nadia menilai laporan dari Asia Sentinel dapat menjadi momentum  KPK menyelesaikan kasus Century. "Masak mesti media asing yang membongkar semua sampai ada tindak lanjutnya (dari KPK)," kata Nadia di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/9).

(Baca juga: Dituduh Cuci Uang Century, SBY Akan Kejar Asia Sentinel ke Ujung Dunia)

Advertisement

Nadia menyatakan Budi sudah divonis penjara sejak 2013, namun kasus ini seolah mandeg. KPK belum juga memperlihatkan perkembangan signifikan atas kasus Century. Padahal, sudah ada putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memerintahkan KPK untuk segera menindaklanjuti kasus Century.

"Bapak saya sudah dipenjara hampir lima tahun, belum ada kemajuan juga," kata Nadia.

Untuk membantu KPK, Nadia bersama ayahnya menyatakan siap menjadi saksi dalam kasus Century. Budi bakal banyak memberikan informasi mengenai peran aktor-aktor lain yang diduga ikut terlibat. Dari cerita Budi, Nadia menilai kasus Century penuh dengan kejanggalan.

"Kalau kita lihat kronologisnya juga bisa dilihat siapa saja yang hadir di rapat tengah malam itu yang bahkan memanggil pimpinan Century sampai akhirnya aturan BI diubah, dia menyebutkan siapa saja (yang terlibat)," kata Nadia.

(Baca juga: Boediono Angkat Bicara soal Putusan Praperadilan Century)

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan sudah menyerahkan laporan hasil audit kerugian negara BPK tentang kasus Century pada 2013 kepada KPK. Boyamin menilai, berkas tersebut dapat menambah alat bukti KPK untuk bisa menjerat aktor lain dalam kasus Century.

Sebab, berkas tersebut telah mencakup lima alat bukti yang bisa digunakan menjerat tersangka lain. Alat bukti tersebut berupa keterangan saksi, keterangan ahli, dokumen tertulis, alat bukti rekaman, dan petunjuk.

Selama ini KPK berdalih belum dapat menindaklanjuti kasus tersebut karena kekurangan alat bukti. "Dengan ini bisa langsung menetapkan tersangka besok, karena ini sudah mengandung lima alat bukti," kata Boyamin.

(Baca juga: Kasasi Budi Mulya Jadi Dasar Putusan Praperadilan Kasus Bank Century)

 

 

 

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait