Enam Kampus Terima Hibah 12 Mobil Listrik Toyota Prius untuk Riset

Airlangga meminta perguruan tinggi bisa mengembangkan kendaraan bermotor listrik dan komponennya.
Michael Reily
4 Juli 2018, 16:32
Mobil Listrik Jokowi
Rusman | Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto dengan Mobil Listrik karya mahasiswa Institut 10 November.

Toyota bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian memberikan 12 mobil listrik untuk riset pengembangan kendaraan elektrik di Indonesia. Mobil listrik merek Prius diberikan kepada enam perguruan tinggi untuk dibandingkan dengan enam kendaraan konvensional untuk mengejar target 20% produksi dan penjualan Low-Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan pendalaman riset selama dua tahun dilakukan untuk mengejar target pemerintah. “Saya harap Agustus sudah ada preliminary result,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (4/7).

Toyota memberikan hibah 12 mobil listrik dengan rincian enam unit Prius hybrid electic vehicle (HEV) dan enam unit Prius Plug-In HEV.  Toyota juga memberikan enam unit Corolla Altis sebagai pembanding riset.

(Baca juga: Mitsubishi Hibahkan 10 Mobil Listrik ke Pemerintah)

Advertisement

Airlangga meminta perguruan tinggi bisa mengembangkan kendaraan bermotor listrik dan komponennya. Contohnya adalah software dan hardware yang berupa baterai, motor listrik, power control unit, sampai sistem charging station.

Riset tersebut memuat lima poin yakni user convenience study; technical characteristic study; overall environment study; industry and social impact study; serta policy and regulation study.

 

Pada tahap pertama, peneliti dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada akan membandingkan aspek teknikal seperti jarak tempuh, emisi, infrastruktur, dan kenyamanan peanggan di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Caranya dengan pelacakan data dalam penggunaan sehari-hari.

(Baca juga: Gaikindo: Indonesia Perlu Kembangkan Baterai untuk Mobil Listrik)

 

Tahap selanjutnya, peneliti Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) , dan Universitas Udayana juga akan melakukan studi yang sama supaya data lebih beragam. Kementerian Perindustrian akan mengumpulkan data untuk dianalisis.

Riset pun dijadwalkan akan berlangsung selama dua tahun hingga 2018. “Hasil riset akan diaplikasikan ke industri otomotif nasional,” ujar Airlangga.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menyatakan riset didukung penuh oleh Toyota. Salah satu aspek yang didorong oleh perusahaaan adalah preferensi konsumen. Selain itu, rantai pasok serta kebutuhan infrastruktur pendukung.

“Kami ingin mengetahui kesulitan dan kemudahan para pengguna mobil listrik karena pasar Indonesia sangat besar,” kata Warih.

Dukungan Toyota juga berupa data logger, charger, dan asistensi yang bisa digunakan peneliti dari perguruan tinggi. Warih berharap Toyota bisa membantu pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pelanggan. Terutama kesiapan dan tantangan dalam pengembangan industri dan infrastruktur mobil listrik.

(Baca juga: Jokowi Sebut Mobil Listrik Akan Menciutkan 90% Industri Otomotif)

 

 

Reporter: Michael Reily
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait