Optimistis Maju Capres, Gatot Anggap Tak Perlu Jadi Kader Parpol

Dimas Jarot Bayu
25 April 2018, 20:06
Mantan Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Mantan Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (ke tiga kiri) berjalan bersama sejumlah tokoh masyarakat saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Alhamidy Banyuanyar, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (14/3/2018).

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hingga kini belum mendapat dukungan partai politik yang akan mengusungnya sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden 2019. Gatot menyatakan dukungan untuk maju capres tak perlu membuatnya menjadi kader partai politik.

"Saya tak berpartai di manapun juga saat ini. Belum tentu (saya akan menjadi kader)," kata Gatot usai acara diskusi di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (25/4).

Beberapa partai yang menjajaki lobi meminta Gatot untuk menjadi kader partai politik terlebih dahulu sebelum proses pengusungan. Permintaan ini datang dari elite politik Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

(Baca juga: Bila Diusung Jadi Capres, Gatot Siap Bahas Kabinet dengan Parpol)

Gatot mengatakan saat ini terbuka dan terus berkomunikasi dengan beberapa partai politik. Menurut Gatot, berbagai dinamika politik yang ada saat ini masih bisa berubah hingga masa pendaftaran capres terakhir pada 10 Agustus 2018.

Dia memilih tak terburu-buru menentukan sikap atas peluang yang diberikan beberapa partai. “Tak bisa dipaksakan. Semua lihat situasi dan situasi bisa berubah karena politik yang tidak mungkin bisa jadi mungkin,” kata Gatot.

Meski belum memperoleh kejelasan dukungan dari parpol, dia optimistis dapat maju sebagai capres. Namun, dia juga terbuka peluang maju sebagai calon wakil presiden.

"Pengabdian saya mulai dari Presiden, Wapres, sampai warga negara saya akan terus mengabdi," kata dia.

Saat ini elektabilitas Gatot masih tertinggal jauh dibandingkan dua capres yakni Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Prabowo Subianto. Berdasarkan survei Litbang Kompas pada April 2018, elektabilitas Jokowi mencapai 55,9% , Prabowo sebesar 14,1% dan Gatot hanya 1,8%.

Namun berdasarkan survei Media Survei Nasional (Median) pada Februari 2018, elektabilitas Gatot mencapai 7% atau di posisi ketiga setelah Jokowi (36,2%) dan Prabowo (20,4%).

(Baca juga: Survei Kompas: Elektabilitas Jokowi Menanjak, Prabowo Makin Merosot)

Salah satu partai yang memberikan peluang memajukan Gatot adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN sekaligus Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi sebelumnya menyatakan jika PAN terbuka dengan peluang mengusung calon baru seperti Gatot dalam Pilpres 2019.

“Kalau Gatot serius untuk running di pilpres dia harus melakukan komunikasi dengan parpol lain yang belum deklarasi. Salah satunya PAN,” kata Viva.

Sebagian besar partai telah memberikan dukungannya kepada Jokowi di Pilpres 2019, yakni PDI-P, Nasdem, PPP dan Hanura. PKB pun menyatakan dukungan kepada Jokowi, namun dengan syarat bila ketua umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres.

Sementara itu Partai Gerindra sudah mengusung Prabowo Subianto, dan saat ini sedang membahas cawapres bersama dengan PKS.

(Baca juga: Jalan Terjal Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2019)

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait