Perundingan Dagang Indonesia-Australia Ditargetkan Rampung Agustus

Masih ada beberapa poin perdagangan barang dan jasa yang perlu dibahas kedua belah pihak.
Ameidyo Daud Nasution
6 April 2018, 16:03
Pelabuhan Ekspor
Agung Samosir|KATADATA
Ekspor tekstil Indonesia diperkirakan meningkat bila tercapai kesepakatan perundiangan Indonesia-Australia.

Pemerintah menargetkan perundingan perjanjian dagang Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) akan selesai bulan Agustus mendatang. Penentuan target ini dibahas Presiden Joko Widodo dengan beberapa menteri, siang tadi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan hingga saat ini masih ada beberapa poin pembahasan yang belum selesai seperti perdagangan barang dan jasa. "Tapi sudah tidak banyak lagi, paling lambat Agustus," kata Darmin usai menghadap Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/4).

Bulan lalu Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Australia Marcolm Turnbull membahas kemajuan perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perundingan telah mencapai 11 putaran dan berharap perundingan tersebut bisa selesai tahun ini.

(Baca juga: Perundingan Dagang Indonesia-Australia Ditargetkan Rampung Tahun Ini)

Advertisement

Penyelesaian perundingan CEPA sempat tertunda meskipun kedua pihak telah mengintensifkan perundingan di semua tingkatan menjelang akhir tahun 2017.  Kedua tim perunding kembali bertemu pada 6-7 Maret 2018 lalu di Sydney. Dari pertemuan ini, kedua tim perunding mengidentifikasi sejumlah isu.

“Tak hanya komersial, aspek sosial jangka menengah dan panjang khususnya terkait kesejahteraan dan peningkatan kapasitas serta pembentukan ‘power house’ antara kedua negara,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat itu.

Enggartiasto bersama Menteri Perdagangan, Turisme, dan Investasi Australia Steven Ciobo menekankan perlunya sebuah paket kesepakatan yang dapat diterima baik oleh pemangku kepentingan kedua negara.

“Apa yang dapat diterima oleh Indonesia belum tentu dapat diterima Australia, dan sebaliknya. Inilah gap atau jurang yang akan kami coba jembatani,” ujar Enggar.

(Baca juga: Pemerintah Ingin Australia Bebaskan Bea Masuk Tekstil)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait