Alami Lima Kecelakaan Kontruksi, Waskita Kena Sanksi

Dari lima kasus kecelakaan konstruksi yang melibatkan Waskita, tiga di antaranya merupakan proyek tol.
Ameidyo Daud Nasution
8 Februari 2018, 16:25
crane proyek pembangunan kontruksi "double-doble track (DDT)"
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Tampak crane proyek pembangunan kontruksi "double-doble track (DDT)" yang roboh di Jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta, Minggu (4/2).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan sanksi kepada PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Sejak enam bulan terakhir, lima dari 12 kecelakaan kontruksi terkait dengan proyek yang dikerjakan Waskita.

Direktur Jenderal Bina Marga Arie Moerwanto mengatakan sanksi berupa teguran merupakan peringatan agar BUMN tersebut lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas sistem pekerjaannya. Namun Arie mengatakan teguran terhadap Waskita baru diberikan sebatas pada proyek Kementerian PUPR seperti jalan tol.

"Untuk pengawas konstruksinya juga telah kami berikan teguran," kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis (8/2). (Baca: KNKT Dilibatkan Usut Penyebab Crane Jatuh di Jatinegara)

Dari lima kasus kecelakaan konstruksi yang melibatkan Waskita, tiga di antaranya merupakan proyek tol, yakni tol Bogor - Ciawi - Sukabumi, tol Pasuruan - Probolinggo, hingga girder tol Pemalang - Batang.

Teranyar longsor di Perimeter Selatan Bandara juga turut menyeret Waskita. Longsor pada Senin (5/2/2018) menimbun dua orang yang menyebabkan salah satunya meninggal dunia. Waskita terlibat dalam pengerjaan kereta bandara Soekarno Hatta yang melewati jalur tersebut.

"Tapi dari Waskita sudah menindaklanjuti, sistemnya sudah diubah," kata dia.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Shastia Hadiarti mengatakan hasil evaluasi Waskita atas proyek rel tersebut paling tidak baru dapat dikeluarkan Maret mendatang. "Mungkin sekitar satu bulan," kata dia kepada Katadata.

(Baca: Menteri PUPR Peringatkan Kontraktor Tak Tutupi Kasus Kecelakaan)

Berikut daftar lima proyek Waskita yang mengalami kecelakaan:

1. Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang mengalami kecelakaan pada 4 Agustus 2017. Dua unit crane dengan bobot 70 ton dan 80 ton yang sedang dioperasikan jatuh dan menimpa rumah penduduk. Dua orang tewas akibat kecelakaan ini.

2. Jembatan penyeberangan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi) ambruk pada 22 September 2017. Peristiwa ini menyebabkan seorang pekerja tewas dan dua orang lainnya mengalami luka berat.

3. Girder proyek Pembangunan Jalan Tol Paspro (Pasuruan Probolinggo) jatuh pada 29 Oktober 2017. Girder ambruk dan menyebabkan satu orang pekerja tewas.

4. Crane proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) jatuh pada 16 November 2017. Crane Variable Message Sign (VMS) jatuh di ruas Tol Jakarta Cikampek km 15 yang menyebabkan empar arah jalur Cikampek tak dapat dilewati kendaraan.

5. Kontruksi girder proyek Pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang ambruk pada 30 Desember 2017. Tidak ada korban jiwa.

(Baca: Tertimbun Longsor di Bandara Soetta, Satu Orang Meninggal Dunia)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait