Heboh, Saat Mobil dan Kantor Luhut Diperiksa Petugas Antisadap

Kantor Kemaritiman melibatkan petugas Badan Siber dan Sandi Negara untuk memeriksa potensi penyadapan.
Dimas Jarot Bayu
6 Februari 2018, 13:25
Luhut Binsar Pandjaitan
Arief Kamaludin|KATADATA
Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Kantor Kementerian Koordinator Maritim hari ini sedikit heboh dengan kehadiran empat petugas yang memeriksa mobil milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Seorang petugas tampak menggeledah mobil sekitar 15 menit, mulai pukul 10.54 WIB. Sementara tiga orang lainnya berjaga-jaga di depan pintu mobil dan berdiri tidak jauh dari kendaraan. Setelah selesai memeriksa mobil berplat RI 19, mereka masuk ke dalam gedung kantor dengan membawa tiga kotak hitam.

Saat wartawan bertanya kepada petugas, mereka enggan menyebutkan identitas. Bahkan mereka melarang para wartawan mengambil foto kegiatan mereka.

Tenaga Ahli Bidang Politik dan Media Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Atmadji Sumarkidjo menjelaskan keempat orang yang memeriksa mobil dinas Luhut berasal dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). "Mereka tim dari BSSN," kata Atmadji ketika dihubungi Katadata, Selasa (6/2).

Advertisement

(Baca: Luhut Kaji Opsi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diperpanjang Hingga Solo)

Menurut Atmadji, petugas dari BSSN memeriksa mobil dinas Luhut sebagai upaya pengamanan. Hal ini dilakukan mencegah kemungkinan penyadapan terhadap Luhut. "Mengamankan mobil dinas beliau dari kemungkinan penyadapan," kata Atmadji.

Kepala Biro Humas Kemenko Maritim dan Sumber Daya Djoko Hartoyo mengatakan petugas BSSN memeriksa potensi penyadapan atas permintaan kementerian. Bukan hanya untuk kepentingan kementerian, namun juga tamu negara. Alasannya demi menjaga keamanan. 

"Ketika ada Perdana Menteri Skandinavia, Denmark, Norwegia datang ke sini, pasukan Paspampres dan BSSN melakukan standar sama dengan istana," kata Djoko.

Selain memeriksa kendaraan Luhut, petugas juga diminta memeriksa kantor kementerian secara keseluruhan. "Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ditemukan penyadapan," kata Djoko. 

(Baca: Polisi Sidik Korupsi NJOP Pulau Reklamasi, Luhut: Bukan Urusan Saya)

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait