Jadi Tersangka KPK, Zumi Zola Diduga Terima Gratifikasi Rp 6 Miliar

Sebelum menetapkan tersangka, KPK menggeledah rumah dinas Gubernur Jambi Zumi Zola.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
2 Februari 2018, 19:45
 Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait beberapa proyek di Jambi, Jumat (2/2). Zumi baik secara bersama-sama maupun sendiri diduga menerima hadiah atau janji terkait beberapa proyek tersebut selama masa jabatannya sekitar Rp 6 miliar.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, penetapan mantan bintang sinetron itu sebagai tersangka merupakan perkembangan penanganan kasus dugaan suap terkait pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Jambi tahun 2018 yang terungkap pada 30 November 2017. KPK menetapkan Zumi sebagai tersangka setelah memiliki bukti permulaan yang cukup.

"Setelah terpenuhi bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan perkara ini dari penyelidikan ke tingkat penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Basarian Panjaitan di kantornya, Jakarta, Jumat (2/2).

(Baca: KPK Telusuri Keterlibatan Zumi Zola dalam Kasus Suap RAPBD Jambi)

Basaria mengatakan, Zumi ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jambi, Arfan. Dalam kasus ini, Arfan yang merangkap jabatan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Plt Kepala Dinas PUPR Jambi juga diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek di Dinas PUPR dari tahun 2014-2017.

Akibat perbuatannya, Zumi dan Arfan disangkakan melanggar Pasal 12B atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Basaria mengatakan, penyidik sebelumnya melakukan penggeledahan pada Rabu (31/1) dan Kamis (1/2) di tiga lokasi berbeda, yakni rumah dinas Gubernur Jambi, villa milik Zumi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan rumah seorang saksi di Kota Jambi. Dalam kegiatan tersebut penyidik menyita sejumlah dokumen dan uang dalam pecahan rupiah dan dollar AS.

"Jumlah uang belum dapat disampaikan, penyidik masih terus melakukan pengembangan dalam perkara ini," kata Basaria.

(Baca: Mantan Bupati Konawe Utara Diduga Korupsi Izin Tambang Rp 2,7 Triliun)

Setelah penggeledahan, KPK kemudian memeriksa saksi di Polda Jambi selama dua hari pada Kamis (2/1) dan Jumat (3/1). Pemeriksaan dilakukan terhadap 13 orang saksi dari unsur pejabat pemprov, PNS, dan swasta.

Untuk kepentingan penyidikan, KPK telah mencegah Zumi untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan sejak 25 Januari 2018. "Agar sewaktu-waktu keterangannya dibutuhkan penyidik dan tersangka tidak sedang berada di luar negeri," kata Basaria.

KPK sebelumnya telah menetapkan empat orang tersangka terkait perkara ini. Kasus ini bermula dari OTT terhadap anggota DPRD Jambi Suprioni; Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik; Asisten Daerah III Jambi Saipudin; Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Jambi Arfan.

Ketika itu, Suprioni diduga menerima hadiah atau janji sebesar Rp 400 juta terkait pengesahan RAPBD Jambi TA 2018 dari tiga orang tersangka lainnya. Suap diberikan pihak eksekutif agar anggota DPRD Jambi bersedia hadir untuk mengesahkan rancangan anggaran senilai Rp 4,5 triliun.

Sebelumnya mereka diduga berencana absen dalam rapat pengesahan karena tak ada jaminan dari pihak Pemprov.  (Baca: Wali Kota Tegal Terima Suap Rp 5,1 Miliar untuk Ongkos Pilkada 2018)

Untuk memuluskan proses pengesahan tersebut diduga telah disepakati pencairan uang yang disebut sebagai 'uang ketok'. Pencairan uang suap diduga disiapkan untuk semua fraksi di DPRD Jambi. "Pencairan dilakukan pada pihak swasta yang sebelumnya telah menjadi rekanan Pemprov," kata Basaria.

Erwin, Saipudin, dan Arfan sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor. Adapun Supriono sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor.

Saat ini, berkas perkara Erwin, Arfan, dan Saipudin telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Jambi untuk segera disidangkan. Sementara, Suprioni masih menjalani proses penyidikan. "Dalam perkembangannya, tiga orang tersangka telah dilimpahkan ke tahap dua dari penyidikan ke penuntutan," kata Basaria.

 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait