Survei SMRC: Makin Banyak Responden Ingin Duet Jokowi-Prabowo

Dimas Jarot Bayu
2 Januari 2018, 18:50
Jokowi Prabowo
ANTARA FOTO/Wira Suryantala
Presiden Joko Widodo mendapat cindera mata dari Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia Prabowo Subianto di Denpasar, Bali, Kamis (8/12/2016).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai masih akan saling berhadapan dalam Pilpres 2019. Berdasarkan survei terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), elektabilitas keduanya masih yang paling tinggi melampaui figur lainnya.

Jokowi dalam simulasi top of mind SMRC pada 7-13 Desember 2017 masih menempati posisi pertama dengan elektabilitas sebesar 38,9%. Sementara, elektabilitas Prabowo menempati posisi kedua sebesar 10,5%.

Adapun dalam simulasi semi terbuka, Jokowi memiliki elektabilitas sebesar 53,8% dan Prabowo menyusul dengan elektabilitas 18,5%.  Sementara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono hanya mendapat elektabilitas 2,6%, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 1,7%, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo 1,3%, dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 1,2%.

"Bila pemilihan presiden diadakan sekarang, Jokowi mendapat dukungan terbanyak. Selanjutnya Prabowo Subianto. Belum ada nama lain yang mendapatkan dukungan signifikan," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan di kantornya, Jakarta, Selasa (2/1).

(Baca: SMRC: Kans Jokowi Menang Pilpres 2019 Lebih Baik Dibanding SBY di 2009)

Kendati elektabilitas keduanya bersaing, mayoritas responden berpendapat agar Jokowi dan Prabowo berpasangan menghadapi Pilpres 2019. Berdasarkan survei SMRC, 66,9% responden setuju dengan opsi pasangan Jokowi-Prabowo.

Djayadi mengatakan, respon opini publik terhadap pengusungan Jokowi-Prabowo sebagai satu pasangan calon dalam Pilpres 2019 terus meningkat dari tiga kali survei yang dilakukan SMRC.

Dalam survei yang dilakukan pada Mei 2017, hanya 48,1% responden yang setuju jika Jokowi dan Prabowo dipasangkan. Pada September 2017, responden yang setuju Jokowi dan Prabowo dipasangkan meningkat menjadi 59,1%.

"Di masyarakat ada keinginan untuk menggabungkan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo dalam satu paket. Menarik, mayoritas setuju," kata Djayadi.

Djayadi mengatakan, 66,9% dari jumlah responden yang setuju menilai jika Jokowi tepat jika diusung sebagai calon presiden. Sementara, Prabowo diusung sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi.

"Sedangkan 28,4% mengatakan Pak Prabowo presidennya, Pak Jokowi wakilnya," kata Djayadi.

Survei yang dilakukan SMRC melibatkan 1220 responden di seluruh provinisi di Indonesia dengan response rate sebesar 87%. Survei dilakukan melalui metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.

Advertisement

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait