Resmi Ketua Umum, Airlangga Targetkan Elektabilitas Golkar 16%

Airlangga menargetkan elektabilitas Golkar meraih 16% suara dalam pemilihan legislatif 2019.
Yuliawati
Oleh Yuliawati
20 Desember 2017, 15:25
Munaslub Golkar 2017
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta, Senin (18/12).

Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar resmi menetapkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Masa jabatan Airlangga berlaku hingga 2019 dan setelahnya dapat diperpanjang melalui forum rapat pimpinan nasional. 

Airlangga terpilih secara aklamasi dengan mendapat dukungan penuh dari 34 Dewan Pimpinan Daerah tingkat I, 514 DPD tingkat II, dan 10 organisasi masyarat Golkar.

"Sebanyak 100% pemegang hak suara Partai Golkar mengusulkan penetapan ketua umum, tadi sudah diputuskan dalam sidang paripurna Munas Luar Biasa Partai Golkar," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto seperti dikutip dari Antaranews, di arena Munaslub Golkar, Jakarta, Rabu (20/12).

(Baca: Terpilih Jadi Ketua Golkar, Airlangga Tegaskan Dukung Jokowi di 2019)

Setelah sah menjadi ketua umum, Airlangga menargetkan elektabilitas Golkar meraih 16% suara dalam pemilihan legislatif 2019. Dia mengatakan akan mensolidkan kader Golkar hingga ke tingkat ranting. Konsolidasi dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan elektabilitas dan memenangkan Joko Widodo dalam Pemilu 2019. 

Penurunan elektabilitas Golkar merupakan isu penting di partai berlambang beringin. Berdasarkan hasil survei lembaga riset Poltracking Indonesia pada 8-15 November lalu, elektabilitas Golkar berada di posisi ketiga, disalip partai Gerindra. PDI Perjuangan meraih posisi teratas dengan tingkat elektabilitas tertinggi 23,4%. Gerindra berada di posisi kedua dengan elektabilitas 13,6% dan Golkar mendapat 10,9%.

Elektabilitas Golkar makin tergerus disebabkan kasus hukum yang menjerat Setya Novanto. Munaslub Partai Golkar yang digelar sejak 18 Desember kemarin ini pun memiliki agenda utama mencari pengganti ketua umum setelah Setnov menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik. 

Selama Munaslub, pembahasan mengenai masa jabatan ketua umum yang terpilih melalui perdebatan yang alot. Terdapat beberapa usulan masa jabatan yakni jabatan ketua umum terpilih berakhir pada 2022, berakhir pada 2019, dan berakhir pada 2019 dengan opsi perpanjangan akan ditentukan rapimnas.

(Baca: Survei: Pamor Golkar Bakal Naik Dipimpin Airlangga Hartarto)

Dengan terpilihnya Airlangga, dia juga mendapat mandat menjadi formatur tunggal atau satu-satunya pihak yang berwenang menyusun struktur kepengurusan yang baru.

Struktur baru yang disusun Airlangga bakal diumumkan malam nanti. Dari informasi yang beredar, Sekretaris Jenderal Idrus Marham akan digantikan posisinya oleh Eko Wiratmoko. Adapun Agus Gumiwang disebut-sebut bakal menjadi Ketua DPR.

 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait