Langkah Gerilya Airlangga Galang Dukungan Gelar Munaslub Golkar

Airlangga berharap Munaslub Golkar diadakan pada pertengahan Desember 2017.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
30 November 2017, 19:55
Jokowi dan Mobil Desa
Kemenperin
Presiden Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau prototipe mobil desa di Desa Tumang, Boyolali, Jawa Tengah, 30 Januari 2017 lalu.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto terus menggalang kekuatan untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.  Saat ini, Airlangga mengklaim mengantongi dukungan 31 dari 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I yang menginginkan diadakan Munaslub.   Selain perwakilan daerah, Airlangga mendekati berbagai tokoh politik untuk menggalang dukungan menggantikan posisi Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

"Tinggal nanti DPP merespon mengenai jadwal dan keseluruhannya mendorong ini agar bisa diselesaikan pada pertengahan bulan Desember," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (30/11).

Airlangga bersama rombongan DPD I juga membahas mengenai rencana Munaslub dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Bogor, Kamis pagi.  Setelah menemui Jokowi, Airlangga dan rombongan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat.

Kepada kedua tokoh tersebut, Airlangga mengungkapkan rencana mengadakan Munaslub pada Desember. "Keduanya sudah memberi izin," kata Airlangga.  (Baca juga: Airlangga Hartarto Klaim Dapat Izin Jokowi Jadi Ketum Golkar)

Airlangga juga berkunjung menemui Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical dan mengklaim mendapat dukungan untuk penyelenggaraan Munaslub. 

Selain menggalang dukungan dari tokoh elit dan DPD, Airlangga juga mendekati dua organisasi kemasyarakatan (ormas) sayap Golkar, yakni Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI).

Ketua Umum MKGR Roem Kono mengatakan, dukungan terhadap Airlangga sebagai calon Ketua Umum dilakukan untuk tetap menjaga eksistensi dan soliditas Partai Golkar saat ini. Sebab, saat ini berkembang konflik di internal partai setelah ditetapkannya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Roem juga melihat aspirasi pengurus pusat dan daerah yang berkembang, baik di internal maupun eksternal Partai Golkar. Selain itu, Roem mengklaim jika dukungan diberikan memperhatikan aspirasi publik saat ini.

"Kami putuskan mendukung penuh Pak Airlangga sebagai figur yang kita harapkan bisa mempersatukan semua elemen partai menjadi satu, menjadi kuat," kata Roem. (Baca: Golkar Kian Panas, Ical Waspadai Perpecahan Partai)

Roem mengatakan, dukungan yang diberikan dengan pertimbangan bahwa Golkar merupakan partai pendukung pemerintah. Atas dasar itu, rekomendasi sebagai calon Ketua Umum pun diberikan kepada Airlangga karena ia merupakan sosok yang didukung pemerintah saat ini.

"Karena kami pendukung pemerintah maka kami harapkan yang didukung pemerintah yang kami jadikan Ketua Umum Partai Golkar," ujar Roem.

Roem pun juga menggadang Airlangga sebagai sosok yang bersih dan transparan. Sehingga ia meyakini Airlangga dapat memimpin dan meningkatkan elektabilitas partai.

"Kapabilitas dan figur yang transparan dan bersih saya kira masih ada pada Airlangga Hartarto," kata Roem.

Dengan didapatkannya dukungan tersebut, Airlangga mengaku siap untuk mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar. "Insyaallah siap," kata Airlangga.

Kendati, dia masih menunggu rencana Munaslub yang akan diadakan Partai Golkar. Sebab berdasarkan putusan Rapat Pleno DPP, rencana Munaslub masih harus menunggu putusan praperadilan Novanto.

"Calon itu menjadi resmi sesudah ada Munaslub. Dalam Munaslub itu ada periode pendaftaran. Jadi kami tunggu sampai di sana," kata Airlangga.

(Baca: Pamor Golkar Merosot, Munaslub Menguat Cari Pengganti Setnov)

 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait