Proyek LRT Jabodebek Diklaim Tak Lagi Terkendala Persoalan Lahan

Pemerintah mengklaim menyelesaikan kendala lahan LRT dan merampungkan penetapan lokasi untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
30 Oktober 2017, 09:40
Proyek LRT Jakarta
ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya
Aktivitas pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di samping Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/10).

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agrarira dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Arie Yuriwin mengatakan, sudah tak ada kendala lahan dalam pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Arie menuturkan, pihaknya telah merampungkan penetapan lokasi untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Penetapan lokasi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan kalau untuk di DKI Jakarta. Kalau Jawa Barat ada di Depok dan Bekasi,” ujar Arie di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, akhir pekan lalu.

Arie menuturkan, penetapan lokasi dilakukan untuk enam titik di wilayah Jakarta. Untuk di wilayah Jawa Barat penetapan lokasi dilakukan di Bekasi Timur untuk depo seluas dua hektar dan kawasan Pramuka di Depok.

“Kami sih perkiraan November sudah selesai untuk pengukuran,” kata Arie. (Baca: Adhi Karya Gelontorkan Rp 5 Triliun, LRT Jabodebek Baru Selesai 22%)

Arie menuturkan, saat ini tim satuan tugas tengah diturunkan ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan pengukuran bidang, Selain itu, pihak PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga diminta ikut serta dalam verifikasi dan pengukuran bidang.

“Tentunya kita minta supaya Adhi Karya sama Dirjen Perkeretaapian memasang patok batas bidang yang akan diukur,” kata Arie.

Meski kendala lahan telah diatasi, namun pembangunan LRT masih memiliki masalah pada trase Setiabudi-Dukuh Atas. Kepala Bappeda DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan, masalah tersebut disebabkan karena adanya titik-titik vital yang akan dilintasi LRT di sepanjang trase Setiabudi-Dukuh Atas.

(Baca: Adhi Karya Terima Dana Proyek LRT pada Desember 2017)

“Dari Setiabudi sampai Dukuh Atas kan masih banyak hal-hal yang harus dipikirkan bersama. Di sana ada instalasi-instalasi vital, seperti Pompa Air Setiabudi,” kata Tuty.

Karena itu, pengkajian ulang terhadap trase Setiabudi-Dukuh Atas tengah dilakukan. Direktur Logistik dan Pengembangan KAI Budi Noviantoro menuturkan, pengkajian terhadap lokasi trase Setiabudi-Dukuh Atas akan diselesaikan pada pekan depan. “Sedang proses. Mungkin pekan depan keluar,” kata Budi.

Pada Juli lalu pemerintah masih harus membebaskan 32 bidang lahan untuk proyek LRT. Luas lahan yang harus dibebaskan berbeda-beda, mulai 600 meter persegi hingga satu hektare.

(Baca: Luhut Targetkan Lahan Proyek LRT Rampung Bulan Ini)

 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait