Jokowi dan Mantan PM Jepang Bahas Proyek Infrastruktur

Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda bersama delegasi 12 perusahaan Jepang membahas potensi investasi termasuk di bidang infrastruktur.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
27 Oktober 2017, 15:21
Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda (kedua kiri) beserta delegasi bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi menerima mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda yang sekarang menjabat Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia (JAPINDA). Pertemuan berlangsung satu jam membahas potensi kerja sama investasi di sejumlah bidang, termasuk infrastruktur.

"Ada banyak (proyek) infrastruktur untuk meningkatkan kehidupan masyarakat antara lain MRT, tenaga listrik, dan juga saluran pembuangan air limbah," kata Fukuda usai pertemuan dengan Jokowi, Jumat (27/10).

Fukuda menyampaikan dirinya siap meningkatkan kerja sama kedua negara mengingat tahun depan merupakan perayaan hubungan diplomatik Indonesia - Jepang yang ke-60 tahun. Fukuda juga memberitahu bahwa dalam pertemuan tersebut Jokowi menyampaikan beberapa kemajuan yang disampaikan Indonesia.

"Peringkat Indonesia di dunia ekonomi meningkat serta lingkungan investasinya diperbaiki," kata Fukuda. (Baca: Lapor Jokowi, Inalum Mampu Beli Saham Freeport Setelah Jadi Holding)

Fukuda mengatakan pentingnya menjaga hubungan antara dua negara. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan bagian besar dari pertumbuhan ekonomi dari Asia. Ada bermanfaat dan makna bagi Jepang," kata Fukuda.

Pertemuan antara Jokowi dan Fukuda juga diikuti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, hingga Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi. 

(Baca: Perkuat Kerja Sama, Jonan Temui Mitra Strategis di Jepang)

Menteri Basuki mengatakan beberapa proyek infrastruktur hingga energi seperti MRT tahap II serta East and West, Pelabuhan Patimban, tol Padang - Pekanbaru, hingga proyek Masela juga dibahas Pemerintah dengan Fukuda. "Jadi memantapkan bahwa akan dikerjakan cepat," katanya.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi mengatakan Fukuda juga membawa delegasi bisnis sebanyak 12 perusahaan. Pertemuan juga membahas hambatan dalam pekerjaan proyek yang sedang dan akan dijalankan kedua negara. "Sebab Presiden menginginkan proyek yang dikerjakan berjalan lancar," ujar Retno.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait