Survei Pollmark: 44,3% Responden Ingin Jokowi Kembali Jadi Presiden

Sebanyak 51,3% responden menganggap Jokowi berhasil dalam pembangunan infrastruktur.
Yuliawati
Oleh Yuliawati
23 Oktober 2017, 12:09
Jokowi di Tol Kualanamu
ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km dan Medan-Binjai sepanjang 10,6 km yang telah siap dioperasikan.

Survei lembaga PollMark Indonesia menunjukkan sebanyak 44,3% responden menginginkan Joko Widodo (Jokowi) terpilih kembali menjadi presiden dalam ajang pemilihan umum 2019.

Dalam survei tersebut terekam alasan responden menginginkan Jokowi kembali sebagai presiden. Alasan terbanyak karena kinerja pemerintahan telah terbukti sebanyak 31,3%. Selain itu alasan responden lainnya karena menganggap Jokowi merakyat (23,8%), jujur dan tanggung jawab (10,1%) dan mampu melanjutkan program kerja sebelumnya (9,4%).

Pollmark mengadakan survei pada 9 - 20 September 2017 terhadap 2.250 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Setiap responden terpilih diwawancarai dengan metode tatap muka (face to face). Quality Control sebanyak 20% dari total sampel secara random, dengan cara mendatangi kembali responden.

(Baca: Survei CSIS: Kepuasan Publik Pada Jokowi-JK Naik Terus Jadi 68,3%)

Survei Pollmark juga menunjukkan 57,6% responden menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi. Sementara sebanyak 25,4% yang menyatakan tidak puas dan 5,3%.

Selama masa kepemimpinan Jokowi, sebanyak 51,3% responden menganggap presiden berhasil meningkatkan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan raya, jalan tol, tol laut, rel kereta api, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga rumah sakit.

Selain itu, sebanyak 63,1% responden menganggapnya berhasil dalam pemberantasan korupsi dan sebanyak 58% menganggap Jokowi mendengar aspirasi umat Islam.

(Baca: Elektabilitas Jokowi Tak Capai 50%, Publik Tunggu Calon Alternatif)

Meski responden mengapresiasi Jokowi,  elektabilitas Jokowi menurun 13,7% menjadi 41,2% dibandingkan saat Pilpres 2014 dengan suara 54,9%. Pesaing Jokowi saat Pilpres 2014, Prabowo Subianto pun mengalami penurunan sebesar 6,3% menjadi 21% dibandingkan Pilpres 2014 yang berhasil mengumpulkan suara 26,3%.

Menurut catatan Pollmark, terdapat pemilih yang cukup signifikan meninggalkan kandidat yang mereka pilih dalam Pilpres 2014. “Sedang terjadi pencarian alternatif. Situasi kontestasi masih bersifat cair dan masih terbuka kemungkinan bagi kemunculan kandidat selain Prabowo untuk menjadi penantang Jokowi dalam Pilpres 2019,” bunyi catatan Pollmark.

Sebelumnya survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam simulasi top of mind pada 3-10 September 2017, elektabilitas elektabilitas Jokowi sebesar 38,9%. Sementara itu berdasarkan survei lembaga riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada 23-30 Agustus 2017, menunjukkan elektabilitas Jokowi 50,9%,

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait