Bawaslu Belum Terima Pengaduan Parpol Tak Lolos Daftar Pemilu 2019

KPU tak meloloskan 13 partai politik dalam daftar pemilu 2019 karena tak memenuhi syarat dokumen.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
20 Oktober 2017, 17:26
Pilkada DKI II 2017
ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Kotak berisi surat suara usai pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum menerima laporan dari peserta partai politik yang tidak lolos seleksi pendaftaran pemilihan umum 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak meloloskan 13 partai politik karena dianggap tak memenuhi persyaratan dokumen.

"Sampai saat ini belum ada pengaduan disampaikan ke Bawaslu," kata anggota komisioner Bawaslu Rachmat Bagja dihubungi Katadata, Jumat (20/10).

Rachmat menjelaskan apabila ada pengaduan, Bawaslu akan memeriksa dokumen seperti keputusan KPU, berkas pengaduan dan alat-alat bukti.

(Baca: Jokowi Diramal Batasi Anggaran Infrastruktur Jelang Pemilu 2019)

Rachmat mengatakan pada pemilu 2014, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia sempat tak lolos daftar peserta pemilu. Namun kemudian PKPI mengadukan dan bersengketa di Bawaslu dan berakhir lolos jadi perserta pemilu.

KPU mengumumkan ada 14 partai yang telah lolos seleksi pendaftaran pemilu 2019. Mereka dinyatakan lolos karena telah melengkapi dokumen yang disyaratkan oleh KPU.

"Dari 27 partai politik, 14 partai nasional dokumennya dinyatakan lengkap," ujar Komisioner KPU Viryan ketika dihubungi Katadata, Jumat (20/10).

Sementara itu, 13 partai lainnya dianggap tidak lengkap berkasnya hingga masa pendaftaran calon peserta pemilu ditutup. Viryan menuturkan, ada berbagai dokumen yang tidak dilengkapi dari 13 partai tersebut.

"Kalau tidak lengkap dokumen, misalnya keanggotaan, kepengurusan, kantor, yang seperti itu. Jadi beragam," kata Viryan.

(Baca: Tepis Rumor Maju Pilkada Jabar, Susi: Di Bandung Tak Ada Laut)

Viryan tak bisa memastikan apakah ketiga belas partai tersebut tak bisa mengikuti Pemilu 2019. Alasannya, ada beberapa partai yang telah mengajukan gugatan hukum ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Apakah bisa ikut atau tidak kan sedang menempuh upaya hukum," kata Viryan.

Dilansir dari laman infopemilu.kpu.go.id, partai yang berkas pendaftarannya telah dinyatakan lengkap, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain itu Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Berkarya, dan Partai Garuda.

Sementara, 13 partai yang dokumennya tidak lengkap, yakni Partai Indonesia Kerja (Pika), Partai Keadilan dan Persatuan Indpnesia (PKPI), Partai Bhinneka Indonesia (PBI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Islam Damai Aman (Idaman), PNI Marhaenisme, Partai Pemersatu Bangsa (PPB), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Rakyat, Partai Reformasi, Partai Republik Nusantara (Republikan), Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo), dan Partai Republik.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait