Pemerintah Wacanakan Dua Pulau Reklamasi Jakarta untuk Nelayan

Pulau reklamasi yang diwacanakan untuk nelayan dekat dengan laut lepas.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
17 Oktober 2017, 21:20
Reklamasi pantai
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah berencana menyediakan pulau reklamasi untuk perkampungan nelayan di pesisir Jakarta. Pemerintah mewacanakan pulau A dan H yang merupakan bagian dari gugusan 17 pulau reklamasi di Teluk Jakarta, khusus untuk para nelayan.

Pulau A berada di sebelah barat laut dan dekat laut lepas. Sehingga nelayan akan lebih dekat memasuki kawasan penangkapan ikan dan lebih mudah berlayar ke tempat lain. Pulau ini dianggap cocok bagi nelayan karena dapat menambah hasil tangkapan laut.

"Inilah yang jadi pertimbangan," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin di kantornya, Jakarta, Selasa (17/10).  (Baca: Luhut: Silakan Anies Hentikan Reklamasi Jakarta, Asal Sesuai Aturan)

Alternatif lain yang ditawarkan adalah mengembangkan Pulau H untuk mengembangkan pasar modern Muara Baru dapat lebih besar.

Ridwan mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih berharap agar Pelabuhan Perikanan Muara Baru dapat dikembangkan sebagai pasar modern. "Kalau KKP masih berharap muara baru diteruskan sebagai pasar modern, silakan saja. Menurut saya bagus-bagus saja," ucap Ridwan.

Dari kajian pemerintah, hasil perikanan di Muara Baru hanya sebesar 222.582 ton per tahun dengan jumlah sebanyak 146.041 ton per tahun merupakan hasil tangkapan darat. Sementara hanya 76.540 ton per tahun yang menjadi hasil tangkapan laut.

(Baca juga: Soal Reklamasi, Prabowo Ingatkan Anies-Sandi Akomodasi Pengusaha)

Menurut Ridwan, jika wacana itu terealisasi, pemerintah akan merundingkan pembelian pulau kepada kepada pengembangnya. Pulau A seluas 79 hektar saat ini dikembangkan PT Kapuk Naga Indah. Sementara, Pulau H seluas 63 hektar dikembangkan PT Taman Harapan Indah.

"Bila mau ini bisa dialokasikan untuk nelayan. Tinggal bilang saja kalau mau dijadikan kampung nelayan," ujar Ridwan.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait