Pengusaha Lokal Menang Lelang Bangun PLTMH di Dua Bendungan

Masih terdapat 14 bendungan yang memiliki potensi listrik total untuk PLTMH yang akan ditawarkan ke swasta.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
10 Oktober 2017, 15:28
Bendungan
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Bendungan Colo, Nguter, Sukoharjo.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut dua pengusaha swasta lokal telah memenangkan lelang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di dua bendungan yang telah terbangun, yakni Gerak Serayu, Banyumas, Jawa Tengah dan Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah.

"Selanjutnya mereka akan lakukan kajian lebih serius," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso di Gedung Kementeian PUPR, Jakarta, Selasa (10/10). Namun sayangnya Imam tidak menyebut siapa dua investor tersebut.

Potensi listrik bendungan Gerak Serayu mencapai 5 megawatt, sedangkan Jatibarang mencapai 1,5 megawatt. Skema yang digunakan oleh swasta tersebut adalah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Investor tersebut juga akan membahas Power Purchasing Agreement (PPA) dengan PT. Perusahaan Listrik Negara.

Selain dua bendungan ini, terdapat 14 bendungan yang memiliki potensi listrik total untuk PLTMH yang akan ditawarkan ke swasta. Namun, pemerintah belum menentukan jadwal pelelangan untuk keseluruh bendungan tersebut.

"Proses lelang pembangunan PLTMH sedang berjalan," kata Imam.  (Baca: Jokowi Percepat Target Proyek Bendungan Terbesar Ketiga Indonesia)

Imam juga menambahkan setelah ini akan ada dua bendungan lain yang akan dilelang untuk disewakan. Salah satu bendungan yang siap dilelang pemanfaatannya adalah bendungan Batanghari dengan potensi listrik sebesar tiga megawatt. "Saya target tahun ini bisa enam bendungan (disewakan untuk PLTMH)," katanya.

Imam menyatakan proses lelang PLTMH bendungan ini merupakan hasil dari ujicoba yang sebelumnya telah dilakukan. Pada bulan Mei lalu dia pernah mengatakan dia bendungan yang telah ada ini akan diujicobakan terlebih dahulu sebelum disewakan.

"Nantinya mereka (investor) ajukan konsesi berapa tahun, kami mengacu pada aturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," kata Imam.

Sedangkan Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Made Sumiarsih menyebutkan ada sembilan bendungan yang rampung pekerjaannya diera Presiden Joko Widodo. Kesembilan bendungan tersebut adalah Jatigede di Jawa Barat, Titab (Bali), Paya Seunara (Aceh), Teritip (Kalimantan Barat), hingga Raknamo (Nusa Tenggara Timur).

Kemudian ada pula Bendungan Bajulmati di Jawa Timur, Rajui (Aceh), Tanju (Nusa Tenggara Barat), serta bendungan Nipah (Jawa Timur). Adapun bendungan Tanju dan Raknamo baru saja rampung pengerjaannya dan akan segera diresmikan dalam waktu dekat ini.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait