Beroperasi Mulai 8 Oktober, KRL Jakarta-Cikarang Layani 32 Perjalanan

KRL jalur Jakarta-Cikarang mulai beroperasi 8 Oktober dengan waktu tempuh 90 menit.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
6 Oktober 2017, 19:12
Perlintasan Kereta Sebidang
ANTARA FOTO/ Atika Fauziyyah
Ilustrasi. KRL jalur Jakarta-Cikarang mulai beroperasi 8 Oktober.

PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan Kereta Rel Listrik akan beroperasi hingga ke stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi mulai Minggu, 8 Oktober besok. Direktur Utama PT KCI M N Fadhila mengatakan nantinya ada 32 perjalanan setara 16 perjalanan kereta pulang pergi yang akan melayani jalur Jakartakota - Cikarang.

Fadhila mengatakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah mempersiapkan pengoperasian jalur Jakartakota - Cikarang. "Pengoperasian KRL ini merupakan upaya KCI untuk memperluas jangkauan KRL sejalan dengan target PT KCJ melayani 1,2 juta penumpang pada 2019 mendatang," kata Fadhila melalui keterangan pers, Jumat (6/10).

Dirinya juga mengatakan perjalanan pertama dari stasiun Cikarang menuju Jakartakota akan mulai beroperasi pukul 04.45 WIB dan kereta terakhir dari stasiun tersebut berangkat pukul 19.32 WIB. Adapun untuk keberangkatan terakhir dari Cikarang menuju stasiun Bekasi pukul 20.52 WIB. Sementara keberangkatan terakhir kereta dari stasiun Bekasi menuju Jakartakota sendiri pada pukul 22.15 WIB.

(Baca: Sempat Tertunda, KRL ke Cikarang Akan Beroperasi Akhir Pekan Ini)

Sedangkan keberangkatan kereta pertama dari stasiun Jakartakota menuju Cikarang pada pukul 05.41 WIB, sedangkan yang terakhir akan berangkat pukul 17.46 WIB. "Sedangkan keberangkatan terakhir dari stasiun Bekasi menuju Cikarang pukul 18.43 WIB," ujar Fadhila. 

Dia mengatakan tarif yang akan dibayar pengguna untuk melintasi jalur Cikarang - Jakartakota sepanjang 43,9 kilometer adalah Rp 5.000 dengan jarak tempuh kedua stasiun tersebut diperkirakan memakan waktu 90 menit."Sementara Bekasi - Cikarang itu 20 menit dengan jarak 16 kilometer," katanya.

Kementerian Perhubungan juga telah membangun dua stasiun baru penunjang yakni Bekasi Timur dan Cibitung. Sementara stasiun Cikarang saat ini sedang dalam proses revitalisasi menyusil setelahnya stasiun Tambun. "Infrastruktur e-ticketing dan kelengkapan pelayanan juga telah kami siapkan," ujar Fadhila.

PT. KCI juga menyiapkan layanan tiket elektronik dengan sembilan pintu elektronik serta enam mesin point of sales (POS) di stasiun Cikarang. Lalu delapan pintu elektronik dan emapat mesin POS di stasiun Cibitung, empat pintu elektronik dan empat mesin POS di Tambun, serta sembilan pintu elektronik dan lima mesin POS di Bekasi Timur.

"Petugas juga kami siapkan untuk melayani fungsi layanan di stasiun tersebut," ujar Fadhila.

Beroperasinya kereta Cikarang ini sebelumnya telah dipastikan oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono mengatakan hal-hal yang membuat pengoperasian kereta tersebut tertunda saat ini sudah diselesaikan. Namun dirinya mengatakan pengoperasian dilakukan Sabtu besok.

Bukan hanya kereta, Bambang juga memastikan akan ada angkutan penunjang (feeder) sebagai moda transportasi umum masyarakat di wilayah tersebut. Angkutan tersebut nantinya akan menghubungkan daerah permukiman sekitar dengan Stasiun Cikarang. Dia mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan para pengelola angkutan umum di wilayah tersebut.

Pengoperasian kereta untuk jalur Bekasi-Cikarang ini sebenarnya molor dari rencana semula. Awalnya Kementerian Perhubungan menargetkan kereta ini bisa beroperasi pada 17 September lalu. Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan untuk menunda pengoperasiannya, karena alasan faktor keselamatan.

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait